Piala Dunia Tinggal Menghitung Hari, AS Tiba-tiba Tolak Visa 15 Anggota Delegasi Iran, Teheran Protes Keras

AKURAT JAKARTA — Hubungan diplomatik Amerika Serikat (AS) dan Iran yang kian memanas kini merembet ke ranah olahraga.
Beberapa hari jelang pembukaan Piala Dunia 2026, AS dilaporkan menolak menerbitkan visa bagi 15 anggota administrasi dan manajemen tim nasional sepak bola Iran.
Kendala ini memicu protes keras dari pihak Teheran karena terjadi di tengah persiapan para pemain Iran yang hendak bertolak dari pemusatan latihan di Turki menuju Meksiko.
Piala Dunia sendiri dijadwalkan bergulir mulai Kamis (11/6/2026) mendatang di tiga negara tuan rumah: AS, Kanada, dan Meksiko.
"Visa telah diterbitkan untuk tim nasional dan staf teknis, tetapi ada 15 anggota administrasi dan manajemen yang visanya bermasalah dan belum diterbitkan oleh Amerika Serikat," lapor jurnalis televisi pemerintah Iran dari Kota Antalya, Turki, dilansir dari AFP, Sabtu (6/6/2026).
Tudingan Diskriminasi dan Tuntutan ke FIFA
Para pemain Iran yang telah menjalani pemusatan latihan di Antalya sejak 18 Mei sebenarnya telah mengantongi visa mereka pada Jumat malam.
Kabar tersebut bahkan sempat dipuji oleh Utusan AS untuk Turki, Tom Barrack, melalui unggahan di media sosial X yang mengapresiasi kerja cepat Kedutaan Besar AS di Ankara.
Namun, kegembiraan itu langsung direspons kecaman oleh Kedutaan Besar Iran di Turki setelah mengetahui sejumlah staf eksekutif dan manajerial mereka justru dicekal.
"Anda kini telah meningkatkan perlakuan yang disengaja dan diskriminatif terhadap tim nasional Iran ke tingkat tertinggi," tulis Kedutaan Iran di X.
Mereka juga mendesak badan sepak bola dunia untuk turun tangan.
"FIFA harus meminta pertanggungjawaban AS atas pelanggaran aturan dan perlakuan diskriminatif terhadap tim nasional Iran."
Senada dengan pihak kedutaan, Federasi Sepak Bola Iran mengutuk keras keputusan Washington dan menyebutnya sebagai bentuk "intervensi politik terburuk dalam dunia olahraga."
Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, dilaporkan menjadi salah satu nama yang ditolak izin masuknya oleh otoritas AS.
Sebelumnya, Washington memang sudah memberikan sinyal pengetatan pengawasan terhadap rombongan tim Iran.
Pada April lalu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sempat menyatakan bahwa kedatangan para pemain sepak bola Iran tidak menjadi masalah, namun AS menaruh perhatian khusus pada personel pendukung yang dibawa.
Pernyataan tersebut merujuk pada kekhawatiran AS terkait adanya dugaan hubungan beberapa pengurus dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
Media diaspora Iran juga kerap menyebut bahwa Ketua Federasi Mehdi Taj memiliki latar belakang sebagai mantan anggota Garda Revolusi.
Hingga berita ini diturunkan, Federasi Sepak Bola Iran menegaskan akan membawa kasus penolakan visa ini secara resmi ke jalur hukum FIFA. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026




