Bang Zaki: Kami Jaga Agar Pemain Telindungi, Namun Mereka Tetap Harus Bersaing

AKURAT JAKARTA – Mantan Manajer Timnas Indonesia U-17, Ahmed Zaki Iskandar, membeberkan proses ketat yang akhirnya sukses memabawa tim berlaga di Piala Dunia 2025.
Zaki menekankan bahwa keberhasilan menembus ajang bergengsi tersebut merupakan hasil dari perjalanan panjang dan seleksi berlapis yang dilakukan secara profesional oleh tim kepelatihan.
Di bawah arahan Coach Nova Arianto beserta tim asisten, proses pencarian bakat dilakukan dengan membagi wilayah seleksi menjadi tiga zona, yaitu Wilayah Barat, Tengah, dan Timur Indonesia.
Baca Juga: Hokky Caraka Kembali Dipanggil Timnas, Ahmed Zaki Optimistis pada Potensi Sang Striker
Zaki menjelaskan bahwa pada tahap awal, terdapat ratusan pemain yang dipantau dari berbagai daerah.
Melalui kriteria yang ketat, terpilihlah sekitar 50 pemain untuk mengikuti seleksi lanjutan di Lapangan ABC, Senayan.
"Dari 50 pemain itu, kita seleksi lagi menjadi 30-an. Kemudian mengerucut lagi menjadi 25, hingga akhirnya terpilih 23 pemain terbaik untuk skuat final. Perjalanannya sangat luar biasa," kata Zaki Iskandar dalam perbincangan di YouTube.
Selama masa pemusatan latihan (TC), tim manajemen dan kepelatihan membangun kedekatan emosional dengan menganggap para pemain sebagai bagian dari keluarga.
Meski demikian, Zaki menegaskan bahwa suasana kekeluargaan tersebut tetap dibarengi dengan persaingan yang kompetitif.
"Kami menjaga agar mereka merasa terlindungi dan nyaman, namun mereka tetap harus bersaing. Jika performa tidak meningkat, mereka pasti akan tereliminasi. Ini bukan soal mereka tidak bagus, tapi kebutuhan turnamen internasional sangat spesifik," tambahnya.
Salah satu tantangan terberat bagi manajemen dan pelatih adalah saat harus mengumumkan pencoretan pemain di fase akhir menuju turnamen.
Zaki mengungkapkan bahwa pemilihan 23 nama final didasarkan pada kebutuhan komposisi tim yang fleksibel.
Di ajang sekelas Piala Dunia atau Piala Asia yang memiliki tensi sangat ketat, tim pelatih membutuhkan pemain yang mampu bermain di lebih dari satu atau dua posisi.
Hal ini dilakukan agar penerapan strategi di lapangan dapat berjalan dinamis sesuai dengan tantangan yang dihadapi di setiap pertandingan.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026






