Persita Melejit di Super League, Zaki Iskandar Mulai Bidik Target Musim Depan

AKURAT JAKARTA - Performa impresif Persita Tangerang di ajang Super League 2025-2026 membuat manajemen mulai berani mematok target tinggi.
Presiden Klub Persita, Ahmed Zaki Iskandar, mengisyaratkan kesiapan timnya untuk bersaing di jalur perebutan juara pada musim depan.
Hingga pekan ke-25, tim berjuluk Pendekar Cisadane ini sukses nangkring di peringkat kelima klasemen sementara dengan koleksi 41 poin. Capaian ini menjadi rekor terbaik Persita sejak promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Baca Juga: Zaki Iskandar Tinjau Kerusakan Indomilk Arena dan Koordinasikan Kelanjutan Kompetisi Persita
“Tiga sampai empat besar yang kami targetkan. Kemudian punya kesempatan untuk bermain di kompetisi internasional,” kata Ahmed Zaki Iskandar, Jumat (3/4/2026).
Zaki menegaskan bahwa manajemen tidak ingin sekadar menjadi penggembira. Di tengah fokus menuntaskan sembilan laga sisa musim ini, pihaknya sudah mulai merancang persiapan matang, termasuk alokasi anggaran untuk musim mendatang.
"Manajemen sendiri sudah bersiap-siap untuk merancang persiapan anggaran dan lain sebagainya untuk musim depan. Hasil dari musim ini mudah-mudahan bisa menjadi standar baru," kata pria yang juga mantan Manajer Timnas U-20 Indonesia tersebut.
Melejitnya performa tim juga membawa angin segar bagi sang arsitek, Carlos Pena. Pelatih asal Spanyol tersebut diketahui memiliki klausul kontrak 1+1 yang akan otomatis aktif jika mampu membawa Persita finis di posisi lima besar.
Zaki menyebut dukungan suporter menjadi motivasi tambahan bagi pemain untuk menjaga konsistensi. Ia menyadari tantangan musim depan akan jauh lebih berat karena tim-tim rival dipastikan akan berbenah.
“Target semua tim tentu pengin juara. Tapi kami akan tuntaskan dulu target tahun ini, tiga-empat besar, baru kemudian bicara target tahun berikutnya sesuai hasil yang kita raih tahun ini,” pungkasnya.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









