Bang Zaki Puji Revolusi PSSI Era Erick Thohir, Soroti Kompetisi Usia Dini di Asprov

AKURAT JAKARTA – Eks Manajer Timnas Indonesia kelompok umur, Ahmed Zaki Iskandar, memberikan apresiasi tinggi terhadap transformasi yang terjadi di tubuh PSSI di bawah komando Erick Thohir.
Menurutnya, terjadi perubahan signifikan yang menyentuh sektor-sektor krusial sepak bola nasional.
Zaki menyebut, salah satu keberhasilan mencolok adalah geliat pembinaan usia dini dan kembali hidupnya ekosistem sepak bola wanita di tanah air.
Baca Juga: Ketua Golkar DKI Ahmed Zaki Pastikan Program Pemprov DKI Selaras dengan Kebijakan Pemerintah Pusat
"Selama kepemimpinan Pak Erick Thohir, banyak sekali terjadi perubahan signifikan di PSSI, terutama pada perkembangan usia dini dan juga sepak bola wanita," kata Ahmed Zaki Iskandar di tayangan YouTube.
Terkait kompetisi profesional, Zaki menilai PSSI telah menjalankan fungsinya sebagai regulator dengan sangat baik. Meski operator liga dijalankan oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB), namun koridor yang ditetapkan federasi saat ini dinilai jauh lebih jelas.
"Sebagai regulator, PSSI sudah memberikan koridor dan aturan-aturan kepada PT Liga yang harus terus ditindaklanjuti," tambahnya.
Meski memuji progres yang ada, Zaki yang juga mantan Bupati Tangerang ini memberikan catatan penting terkait pertumbuhan sepak bola usia dini.
Saat ini, jalur kompetisi formal masih terbatas pada Elite Pro Academy (EPA) yang diwajibkan bagi klub-klub Liga 1, serta turnamen Piala Soeratin.
Zaki berharap, pembinaan tidak hanya menumpuk di pusat atau klub kasta tertinggi, tetapi juga menyentuh akar rumput di tingkat provinsi.
"Saya berharap di setiap Asprov (Asosiasi Provinsi) ada kompetisi atau turnamen usia muda yang diputar secara reguler. Karena inilah yang nantinya menjadi kawah candradimuka bagi para pemain muda kita," tegasnya.
Bagi Zaki, kompetisi di level daerah adalah kunci utama dalam menjaring talenta-talenta berbakat yang selama ini mungkin belum terpantau. Dengan adanya kompetisi reguler di setiap provinsi, proses seleksi pemain nasional akan memiliki basis data yang lebih kuat.
"Dari sanalah kita akan menyaring dan menyeleksi calon-calon aset pemain nasional di masa depan," pungkasnya.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 7Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 8Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






