Jakarta

Bang Zaki Puji Revolusi PSSI Era Erick Thohir, Soroti Kompetisi Usia Dini di Asprov

Yusuf Doank | 29 April 2026, 13:29 WIB
Bang Zaki Puji Revolusi PSSI Era Erick Thohir, Soroti Kompetisi Usia Dini di Asprov
Ahmed Zaki Iskandar

AKURAT JAKARTA – Eks Manajer Timnas Indonesia kelompok umur, Ahmed Zaki Iskandar, memberikan apresiasi tinggi terhadap transformasi yang terjadi di tubuh PSSI di bawah komando Erick Thohir.

Menurutnya, terjadi perubahan signifikan yang menyentuh sektor-sektor krusial sepak bola nasional.

Zaki menyebut, salah satu keberhasilan mencolok adalah geliat pembinaan usia dini dan kembali hidupnya ekosistem sepak bola wanita di tanah air.

Baca Juga: Ketua Golkar DKI Ahmed Zaki Pastikan Program Pemprov DKI Selaras dengan Kebijakan Pemerintah Pusat

"Selama kepemimpinan Pak Erick Thohir, banyak sekali terjadi perubahan signifikan di PSSI, terutama pada perkembangan usia dini dan juga sepak bola wanita," kata Ahmed Zaki Iskandar di tayangan YouTube.

Terkait kompetisi profesional, Zaki menilai PSSI telah menjalankan fungsinya sebagai regulator dengan sangat baik. Meski operator liga dijalankan oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB), namun koridor yang ditetapkan federasi saat ini dinilai jauh lebih jelas.

"Sebagai regulator, PSSI sudah memberikan koridor dan aturan-aturan kepada PT Liga yang harus terus ditindaklanjuti," tambahnya.

Meski memuji progres yang ada, Zaki yang juga mantan Bupati Tangerang ini memberikan catatan penting terkait pertumbuhan sepak bola usia dini.

Saat ini, jalur kompetisi formal masih terbatas pada Elite Pro Academy (EPA) yang diwajibkan bagi klub-klub Liga 1, serta turnamen Piala Soeratin.

Zaki berharap, pembinaan tidak hanya menumpuk di pusat atau klub kasta tertinggi, tetapi juga menyentuh akar rumput di tingkat provinsi.

"Saya berharap di setiap Asprov (Asosiasi Provinsi) ada kompetisi atau turnamen usia muda yang diputar secara reguler. Karena inilah yang nantinya menjadi kawah candradimuka bagi para pemain muda kita," tegasnya.

Bagi Zaki, kompetisi di level daerah adalah kunci utama dalam menjaring talenta-talenta berbakat yang selama ini mungkin belum terpantau. Dengan adanya kompetisi reguler di setiap provinsi, proses seleksi pemain nasional akan memiliki basis data yang lebih kuat.

"Dari sanalah kita akan menyaring dan menyeleksi calon-calon aset pemain nasional di masa depan," pungkasnya.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yusuf Doank
Y