Iwan Fals, Musisi Legendaris Indonesia yang Berani Bersuara, Pernah Dijegal hingga Punya Panggung di Rumah

AKURAT JAKARTA - Virgiawan Liestanto, yang lebih dikenal dengan nama panggung Iwan Fals, telah menjelma menjadi salah satu musisi legendaris Indonesia.
Lahir pada 3 September 1951, ia memulai kariernya di dunia musik pada awal tahun 1970-an, ketika usianya baru belasan tahun.
Iwan Fals selalu memiliki hasrat terhadap musik, dan itu tercermin dalam karyanya yang penuh dengan makna. Salah satu ciri khasnya adalah lagu-lagu yang memberikan sindiran kepada pemerintah Indonesia.
Di masa pemerintahan yang dikenal otoriter di bawah Presiden Soeharto, Iwan Fals berani mengkritik kebijakan pemerintah melalui lirik-lirik lagunya.
Namun, keberaniannya tidak selalu disambut baik oleh pemerintah. Pemerintahan Orde Baru di bawah Soeharto bahkan pernah melarang Iwan Fals untuk menggelar konser.
Mereka khawatir bahwa lagu-lagu Iwan Fals akan kembali mengkritik pemerintah. Kendati demikian, Iwan Fals tetap berjuang dan menciptakan lagu-lagu hits yang hingga hari ini masih dinikmati oleh masyarakat Indonesia.
Salah satu lagunya yang sangat terkenal adalah "Minyak Goreng," yang mengungkapkan kekesalannya terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah pada masanya yang dirasakan menyengsarakan rakyat Indonesia.
Meskipun menghadapi intervensi dan interogasi dari pemerintah, Iwan Fals tidak menyerah. Ia terus berkarya dan menjadi salah satu musisi sukses di Indonesia.
Kesuksesan Iwan Fals tidak hanya terlihat dalam kariernya sebagai musisi, tetapi juga dalam aspek finansial. Ia menjadi salah satu penyanyi tanah air yang memiliki kekayaan yang luar biasa.
Baca Juga: Andri Santosa dan Sahabat Anti Center Cengkareng Bulat Dukung Bang Zaki
Bahkan, ia menjadi satu-satunya musisi Indonesia yang memiliki panggung konser di dalam rumahnya. Panggung konser tersebut diberi nama "Panggung Kita" dan mampu menampung ribuan penonton.
Iwan Fals adalah sosok yang bukan hanya sekadar musisi, tetapi juga seorang pejuang dengan suaranya yang berani menyuarakan keadilan dan kritik terhadap pemerintah.
Karya-karyanya akan terus dikenang dan diapresiasi oleh generasi-generasi masa kini dan mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





