Jakarta

Mengenal Gerakan Taqwacore: Ketika Punk dan Islam Berkumpul dalam Kehidupan Modern

Fadhil Dhuha Rizqullah | 20 September 2023, 22:34 WIB
Mengenal Gerakan Taqwacore: Ketika Punk dan Islam Berkumpul dalam Kehidupan Modern

AKURAT.CO - Di tengah masyarakat yang terus berubah dan kompleksitas moral, terdapat sebuah gerakan yang tak terduga yang merangkul kedua ekstrim ini: punk dan Islam.

Keduanya, pada pandangan pertama, mungkin sepertinya tak bisa berkumpul. Tetapi dalam kasus Taqwacore, mereka menemukan harmoni yang menarik perhatian banyak orang.

Taqwacore adalah komunitas punk yang unik. Terinspirasi oleh novel "The Taqwacores" yang diterbitkan oleh Michael Muhammad Knight pada tahun 2003.

Taqwacore muncul sebagai jawaban atas ketidakpuasan terhadap status quo dalam kehidupan Muslim modern.

Baca Juga: Ini Alasan Iko Uwais Tak Ikut Promosikan Film Expend4bles, Padahal Ia Salah Satu Pemeran Utama

Ini adalah kombinasi luar biasa antara Islam dan musik punk, di mana kritik sosial dan pemberontakan menjadi bagian tak terpisahkan.

Awalnya hanya main-main, namun Taqwacore telah berkembang menjadi sebuah gerakan yang substansial di dunia.

Kelompok musik punk dari Pakistan seperti Hezbollah, band punk dari Iran, Secret Trial Five, dan Al-Thawra, band punk juga dari Pakistan, bergabung dalam tur di Amerika Serikat.

Di sinilah mereka bertemu dengan Michael Knight yang kemudian menjadi salah satu anggota Taqwacore setelah masuk Islam.

Novel "The Taqwacores" menceritakan kisah rocker punk yang menjalani Islam sesuai dengan kehendak hati mereka.

Baca Juga: 10 Tahun Jadi Bupati Tangerang, Ketua KONI: Bang Zaki Bawa Perubahan Besar dan Luar Biasa untuk Olahraga

Kourosh Poursalehi dari band Hezbollah menggabungkan puisi dari novel tersebut dengan musik, menciptakan sesuatu yang unik.

Hal ini menginspirasi Shahjehan Khan di Boston untuk bergabung dengan gerakan ini. Ia merasa bahwa kebingungannya tentang agama dan identitasnya adalah hal yang normal.

Gerakan Taqwacore juga memiliki akar dalam pengalaman pribadi. Shahjehan Khan mendirikan band The Kominas sebagai reaksi atas perlakuan tidak adil yang dia rasakan setelah peristiwa 9/11. Mereka mengkritik kebijakan USA Patriot Act melalui lagu mereka.

Baca Juga: Jangan Lupa! Nonton Konser Noah Pestapora 2023 di Gambir Expo Kemayoran, Akhir Pekan Ini

Komunitas Taqwacore terus berkembang, dengan lebih banyak band yang bergabung dan festival musik South by Southwest yang menjadi salah satu puncak acara mereka setiap tahun.

Mereka juga sedang dalam proses pembuatan dua film tentang gerakan ini, serta penulisan buku dan fotografi.

Meskipun terlihat berbeda dari gambaran tradisional seorang Muslim, anak-anak Taqwacore tetap menjalankan keyakinan mereka.

Mereka menunjukkan bahwa Islam dapat menjadi bagian yang penting dalam kehidupan modern, bahkan di tengah gaya hidup punk yang liar dan pemberontakan mereka.

Dengan cara unik mereka, mereka berusaha agar Islam menjadi relevan dalam kehidupan mereka. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.