Jakarta

Pernah Sulit Tidur di Tempat Baru? Fenomena Ini Menjelaskan Kenapa Otak Tetap Siaga

Anggerhana Denni Rahmawati | 31 Agustus 2026, 15:15 WIB
Pernah Sulit Tidur di Tempat Baru? Fenomena Ini Menjelaskan Kenapa Otak Tetap Siaga
Ilustrasi seseorang yang mengalami kesulitan tidur di tempat baru. - Magnific

AKURAT JAKARTA - Pernah merasa tubuh sudah sangat lelah tetapi mata justru sulit terpejam ketika menginap di hotel, rumah teman atau tempat yang belum familiar?

Kondisi tersebut ternyata bukan selalu disebabkan kasur yang keras atau bantal yang tidak nyaman.

Ada kemungkinan otak kamu masih berada dalam kondisi waspada terhadap lingkungan baru.

Fenomena tersebut dikenal sebagai first-night effect, yakni kondisi ketika seseorang mengalami perubahan pola tidur pada malam pertama berada di lingkungan yang tidak familiar.

Alih-alih sepenuhnya rileks, otak seperti membutuhkan waktu untuk beradaptasi sebelum benar-benar merasa nyaman untuk tidur.

Fenomena ini menarik karena memperlihatkan bahwa tidur bukan sekadar persoalan tubuh yang kelelahan.

Otak tetap memiliki peran dalam menilai apakah lingkungan di sekitar cukup aman untuk membuat tubuh benar-benar beristirahat.

Sebuah studi terhadap 35 orang menggunakan pemindaian otak untuk membandingkan aktivitas saat mereka tidur di tempat baru dan lingkungan yang sudah familiar.

Penelitian berjudul "The first-night effect of sleep occurs over nonconsecutive nights in unfamiliar and familiar environments" yang dilakukan Anna Zoé Wick dan sejumlah peneliti menunjukkan adanya perubahan yang berkaitan dengan efek malam pertama.

Dalam kondisi lingkungan yang tidak familiar, otak kanan maupun kiri tidak sepenuhnya berada dalam kondisi rileks seperti ketika seseorang tidur di tempat yang sudah dikenalnya.

Baca Juga: Dua Warga Gugat TikTok dan Tokopedia Rp1,2 Triliun, 4 Lembaga Negara Ikut Diseret

Dari perspektif psikologi, lingkungan yang tidak familiar dapat membuat seseorang lebih memperhatikan kondisi di sekitarnya.

Ketika berada di tempat baru, otak menerima banyak informasi yang berbeda dari rutinitas sehari-hari.

Suara dari luar kamar, pencahayaan, aroma, suhu hingga posisi tempat tidur bisa menjadi rangsangan baru yang harus diproses.

Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan kewaspadaan.

Otak manusia pada dasarnya memiliki mekanisme untuk terus memantau lingkungan, termasuk ketika tubuh sedang beristirahat.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.