Pernah Sulit Tidur di Tempat Baru? Fenomena Ini Menjelaskan Kenapa Otak Tetap Siaga

AKURAT JAKARTA - Pernah merasa tubuh sudah sangat lelah tetapi mata justru sulit terpejam ketika menginap di hotel, rumah teman atau tempat yang belum familiar?
Kondisi tersebut ternyata bukan selalu disebabkan kasur yang keras atau bantal yang tidak nyaman.
Ada kemungkinan otak kamu masih berada dalam kondisi waspada terhadap lingkungan baru.
Fenomena tersebut dikenal sebagai first-night effect, yakni kondisi ketika seseorang mengalami perubahan pola tidur pada malam pertama berada di lingkungan yang tidak familiar.
Alih-alih sepenuhnya rileks, otak seperti membutuhkan waktu untuk beradaptasi sebelum benar-benar merasa nyaman untuk tidur.
Fenomena ini menarik karena memperlihatkan bahwa tidur bukan sekadar persoalan tubuh yang kelelahan.
Otak tetap memiliki peran dalam menilai apakah lingkungan di sekitar cukup aman untuk membuat tubuh benar-benar beristirahat.
Sebuah studi terhadap 35 orang menggunakan pemindaian otak untuk membandingkan aktivitas saat mereka tidur di tempat baru dan lingkungan yang sudah familiar.
Penelitian berjudul "The first-night effect of sleep occurs over nonconsecutive nights in unfamiliar and familiar environments" yang dilakukan Anna Zoé Wick dan sejumlah peneliti menunjukkan adanya perubahan yang berkaitan dengan efek malam pertama.
Dalam kondisi lingkungan yang tidak familiar, otak kanan maupun kiri tidak sepenuhnya berada dalam kondisi rileks seperti ketika seseorang tidur di tempat yang sudah dikenalnya.
Baca Juga: Dua Warga Gugat TikTok dan Tokopedia Rp1,2 Triliun, 4 Lembaga Negara Ikut Diseret
Dari perspektif psikologi, lingkungan yang tidak familiar dapat membuat seseorang lebih memperhatikan kondisi di sekitarnya.
Ketika berada di tempat baru, otak menerima banyak informasi yang berbeda dari rutinitas sehari-hari.
Suara dari luar kamar, pencahayaan, aroma, suhu hingga posisi tempat tidur bisa menjadi rangsangan baru yang harus diproses.
Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan kewaspadaan.
Otak manusia pada dasarnya memiliki mekanisme untuk terus memantau lingkungan, termasuk ketika tubuh sedang beristirahat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






