Jakarta

Awas! Musim Kemarau Picu Lonjakan Kasus ISPA

Aisya Nur Aziza | 15 Agustus 2026, 08:16 WIB
Awas! Musim Kemarau Picu Lonjakan Kasus ISPA
Ilustrasi ISPA

AKURAT JAKARTA — Lonjakan tingkat polusi udara selama musim kemarau panjang berpotensi besar memicu berbagai penyakit gangguan pernapasan, salah satunya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kombinasi antara cuaca kering, debu, dan emisi pembakaran membuat kualitas udara kian memburuk hingga rentan memicu iritasi saat terhirup.

Melansir dari laman ANTARA, kondisi udara yang tercemar memperbesar peluang masuknya virus dan bakteri ke dalam sistem pernapasan manusia.

Risikonya akan semakin tinggi apabila daya tahan tubuh seseorang sedang dalam kondisi menurun, sehingga memicu infeksi seperti ISPA.

Baca Juga: Gara-Gara Konten Fahira Almira, Isu Black Campaign Faskes Lokal Berkedok Endorsement Mencuat, Menkes Buka Suara

Tak hanya polusi harian, ancaman serius juga datang dari asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Paparan asap karhutla jauh lebih berbahaya karena mengandung berbagai senyawa kimia beracun, mulai dari karbon monoksida, metana, nitrogen oksida, hingga sulfur dioksida.

Senyawa-senyawa kimia ini tidak hanya memicu infeksi saluran pernapasan biasa, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak penyakit kronis yang lebih berat di dalam tubuh.

BMKG Imbau Kewaspadaan Tinggi Saat Kemarau

Menanggapi potensi bahaya tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan publik untuk mewaspadai ancaman kesehatan selama musim kemarau.

Minimnya tutupan awan memicu lonjakan suhu udara yang signifikan, yang tidak hanya meningkatkan risiko heat stroke (sengatan panas), tetapi juga memicu potensi karhutla yang merusak kualitas udara.

Langkah Pencegahan Dampak Cuaca Panas dan Polusi

Guna menekan risiko gangguan kesehatan akibat paparan panas dan polusi udara, masyarakat dianjurkan untuk menerapkan beberapa langkah antisipasi sederhana berikut:

  • Hindari berada di luar rumah jika tidak ada keperluan mendesak, terutama saat terik matahari memuncak.

  • Gunakan topi dan masker yang efektif menyaring debu serta partikel polusi saat beraktivitas di luar.

  • Cukupi kebutuhan air putih harian untuk mencegah dehidrasi.

  • Terapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta konsumsi makanan bergizi seimbang untuk memperkuat daya tahan tubuh. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.