Jakarta

Gara-Gara Konten Fahira Almira, Isu Black Campaign Faskes Lokal Berkedok Endorsement Mencuat, Menkes Buka Suara

Aisya Nur Aziza | 15 Agustus 2026, 07:36 WIB
Gara-Gara Konten Fahira Almira, Isu Black Campaign Faskes Lokal Berkedok Endorsement Mencuat, Menkes Buka Suara
Fahira Almira sebut alami salah diagnosis usus buntu di RS Indonesia berujung viral

AKURAT JAKARTA — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan akan menelusuri dugaan black campaign yang menyudutkan fasilitas kesehatan (faskes) dalam negeri.

Langkah ini diambil usai konten selebgram Fahira Almira yang membandingkan pelayanan rumah sakit di Indonesia dan Penang, Malaysia, yang memicu kegaduhan di media sosial.

"Saya belum lihat, tapi nanti saya akan catat, nanti aku cari," kata Budi Gunadi saat merespons isu tersebut pada Jumat (14/8/2026).

Perbedaan Diagnosis Usus Buntu Jadi Pemicu

Polemik bermula saat Fahira Almira membagikan pengalaman medisnya di media sosial.

Ia mengaku sempat mendatangi tiga rumah sakit berbeda di Indonesia dan semuanya memberikan diagnosis yang sama, yakni radang usus buntu (apendisitis).

Namun, saat melakukan pemeriksaan ulang di salah satu rumah sakit di Penang, Malaysia, dokter setempat justru menyatakan hal berbeda.

Dalam narasinya, Fahira mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan mencatat ukuran appendix-nya mencapai 8,1 mm.

Namun, dokter di Malaysia menyimpulkan kondisi tersebut dipicu oleh fecalith (penumpukan tinja keras) dan bukan infeksi usus buntu yang membutuhkan operasi segera.

Dituding Endorsement Terselubung dan Disemprot Dokter

Pernyataan selebgram tersebut jelas menuai kritik pedas, terutama dari kalangan tenaga medis di Indonesia.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.