Bukan Soal Kaya, Ini Langkah Awal yang Bisa Dilakukan untuk Menuju Merdeka Finansial

AKURAT JAKARTA - Merdeka finansial tidak selalu berarti memiliki banyak aset atau investasi.
Kondisi ini justru dimulai dari kemampuan mengendalikan pemasukan dan pengeluaran secara konsisten.
Salah satu langkah yang sering dilewatkan adalah mengenali kondisi keuangan sendiri.
Kamu perlu mencatat seluruh pendapatan dan mengelompokkan pengeluaran menjadi kebutuhan, keinginan, cicilan, tabungan, serta investasi.
Sebagai contoh, dari gaji Rp8 juta per bulan, setelah dikurangi cicilan Rp800 ribu, kebutuhan sehari-hari Rp2,2 juta, dan pengeluaran lain Rp2,5 juta, masih terdapat Rp2,5 juta yang bisa dialokasikan untuk dana darurat, membayar utang, atau investasi.
Kamu juga dapat menggunakan metode 50/30/20, yaitu 50 persen untuk kebutuhan, 30 persen untuk keinginan, dan 20 persen untuk tabungan serta investasi.
Namun, pembagian tersebut tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Sebelum berinvestasi lebih jauh, dana darurat juga perlu disiapkan.
Karyawan tetap dapat menargetkan minimal enam bulan pengeluaran, sedangkan freelancer atau wiraswasta sekitar sembilan hingga 12 bulan.
Utang konsumtif berbunga tinggi juga sebaiknya dikendalikan terlebih dahulu.
Baca Juga: Bukan Cuma Upacara di Istana, Monas Bakal Siapkan Pesta Rakyat Seharian Penuh
Setelah dana darurat mulai terbentuk dan utang terkendali, barulah investasi dapat dilakukan sesuai profil risiko dan tujuan keuangan.
Pada akhirnya, merdeka finansial bukan berarti harus kaya raya.
Intinya adalah memiliki kendali atas uang dan mampu memenuhi kebutuhan serta mencapai tujuan hidup tanpa tekanan finansial berlebihan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







