Jakarta

Dulu Jadi CEO di Layar, Kini Jual Sayur: Efek AI Mulai Mengubah Karier Gen Z

Anggerhana Denni Rahmawati | 12 Agustus 2026, 18:15 WIB
Dulu Jadi CEO di Layar, Kini Jual Sayur: Efek AI Mulai Mengubah Karier Gen Z
Aktor China Xu Peng kehilangan pekerjaan gara-gara AI. - mydramalist.com

AKURAT JAKARTA - Kemajuan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah wajah dunia kerja dengan cara yang tidak selalu terduga.

Sejumlah pekerjaan yang sebelumnya dianggap aman kini ikut terdampak otomatisasi, sementara profesi yang selama ini dipandang kuno justru diprediksi semakin dibutuhkan.

Fenomena tersebut terlihat dari kisah aktor China Xu Peng.

Pria berusia 30 tahun itu sebelumnya menikmati karier sebagai aktor drama pendek dan kerap mendapatkan peran utama.

Namun, ketika AI semakin banyak digunakan dalam industri hiburan China, pekerjaannya menghilang dan ia akhirnya kembali ke kampung halaman untuk membantu kakeknya berjualan sayur.

Kisah Xu menjadi gambaran bagaimana perubahan teknologi dapat menggeser seseorang dari profesi yang terlihat modern menuju pekerjaan yang jauh lebih tradisional.

Dari sebelumnya berada di depan kamera, ia kini mengendarai kendaraan listrik keluarga menuju pasar dan menjajakan hasil panen di bawah terik matahari.

Sebelum terdampak perkembangan AI, perjalanan karier Xu sebenarnya cukup menjanjikan.

Ia dikenal melalui perannya sebagai karakter CEO dalam drama pendek vertikal yang populer di China.

Ketika tren drama mikro berkembang pesat pada 2025, Xu ikut terjun ke industri tersebut setelah mendapat dorongan dari para penggemarnya.

Baca Juga: Kamera Mahal Bukan Lagi Syarat, Lomba Foto Satwa di Taman Safari Ini Buka Kesempatan untuk Pemula

Keputusan itu sempat membawa hasil.

Kemampuan aktingnya membuat Xu mendapatkan berbagai peran utama.

Pada masa puncak karier, ia bahkan menjalani proses syuting selama 15-16 jam setiap hari dengan jadwal yang sangat padat.

Namun, perkembangan teknologi membuat kondisi industri berubah dengan cepat.

Pada kuartal I-2026, sekitar 128.000 drama pendek dilaporkan dirilis di China.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.