Jakarta

3 Jenis Karier yang Aman dari Serbuan AI, Masih Dibutuhkan Meski Teknologi Terus Berkembang

Zainal Abidin | 27 Oktober 2025, 10:15 WIB
3 Jenis Karier yang Aman dari Serbuan AI, Masih Dibutuhkan Meski Teknologi Terus Berkembang

AKURAT JAKARTA - Di era kemajuan teknologi yang serba cepat, ancaman AI terhadap berbagai profesi semakin nyata.

Banyak pekerjaan yang dulu dilakukan manusia kini bisa diselesaikan oleh mesin dalam waktu singkat.

Namun, di balik kekhawatiran itu, ada kabar baik, yaitu tidak semua profesi bisa digantikan oleh kecerdasan buatan.

Baca Juga: Temukan Ketenangan Lewat 5 Ritual Self-Care Akhir Pekan yang Bisa Kamu Coba di Rumah

Ada bidang pekerjaan yang justru semakin dibutuhkan karena melibatkan sentuhan manusia, kreativitas, dan kemampuan berpikir strategis.

Kalau kamu ingin tetap relevan di masa depan, penting banget untuk tahu jenis pekerjaan yang aman dari AI.

Dari hasil riset Gro Insights, ada tiga kategori utama karier yang akan terus bertahan dan bahkan berkembang di tengah gelombang otomatisasi teknologi ini.

Baca Juga: Mengintip Manfaat Tersembunyi Tanaman Berbunga di Rumah, Bikin Hidup Lebih Seimbang!

Yuk, pelajari supaya kamu bisa menyiapkan diri sejak sekarang!

1. Pekerjaan untuk Membangun, Melatih, dan Mengarahkan AI

Kalau kamu suka bekerja di balik layar, bidang ini cocok untukmu.

Baca Juga: Terlalu Mudah Jatuh Cinta Bisa Jadi Tanda Emophilia, Waspadai Bahayanya

Profesi seperti insinyur AI dan peneliti Machine Learning (ML) punya peran penting dalam merancang serta meningkatkan sistem AI agar makin efisien dan etis.

Selain itu, ada juga spesialis integrasi AI yang bertugas membantu perusahaan memanfaatkan teknologi secara efektif, serta petugas etika AI yang memastikan penggunaannya tetap bertanggung jawab.

2. Pekerjaan yang Memperkuat Koneksi Manusia

Baca Juga: Ingat! Iksan Skuter Hari Ini Konser di Sumedang dan Besok di Cirebon, Rangkaian Tour Bertajuk Raya Daendels Tour 2025

AI memang bisa menganalisis data dan memprediksi pola, tetapi tidak bisa menggantikan empati manusia.

Profesi seperti perawat, guru, terapis, dan psikolog tetap penting karena mereka menghadirkan dukungan emosional, kasih sayang, dan interaksi sosial yang tidak bisa ditiru oleh mesin.

Dalam dunia pendidikan, misalnya, AI hanya bisa membantu, bukan menggantikan peran guru sebagai pembimbing karakter dan motivator siswa.

Baca Juga: Kuota Terbatas! Tiket Presale Konser Dua Delapan PADI Reborn di Senayan pada Januari 2026 Sudah Mulai Dijual, Segini Harganya

3. Pekerjaan untuk Melihat Gambaran Besar dan Menyelesaikan Masalah Kompleks

Kemampuan berpikir strategis dan mengambil keputusan etis tetap jadi nilai utama manusia.

Profesi seperti manajer produk strategis, perencana bisnis, hingga kreator konten akan tetap eksis karena AI tidak mampu memahami konteks budaya dan nilai-nilai emosional dalam sebuah karya.

Baca Juga: Asyik! Bon Jovi Umumkan Bakal Gelar Tour Dunia di 2026, Tandai Kembali ke Panggung Konser Setelah 4 Tahun Hiatus

Justru mereka yang bijak memanfaatkan AI sebagai alat bantu, bukan pengganti, akan menjadi pionir masa depan.

Jadi, meski dunia kerja berubah cepat, kamu tetap bisa aman dari ancaman AI asalkan terus mengasah kemampuan berpikir kritis, empati, dan kreativitas — tiga hal yang masih jadi keunggulan manusia di atas mesin. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.