Bukan Sekadar Menahan Diri, "Pause Before Posting" Bisa Selamatkanmu dari Masalah Baru

AKURAT JAKARTA - Berapa lama biasanya kamu berpikir sebelum menekan tombol unggah di media sosial ketika sedang marah?
Bisa jadi hanya beberapa detik.
Padahal, jeda singkat sebelum memposting sesuatu dapat membantu mencegah keputusan impulsif yang berujung penyesalan.
Hal tersebut menjadi sorotan setelah muncul kasus seorang warganet yang mengeluhkan belum mendapatkan kamar rumah sakit meski telah menunggu selama delapan jam.
Unggahan tersebut kemudian mendapat sejumlah komentar bernada perundungan dari warganet yang diidentifikasi sebagai tenaga kesehatan.
Warganet yang menyampaikan keluhan tersebut kini telah meninggal dunia.
Menanggapi kasus tersebut, psikolog klinis lulusan Universitas Indonesia, Ratih Ibrahim, MM, Psikolog, mengingatkan pentingnya menerapkan prinsip pause before posting atau memberikan jeda sebelum mengunggah sesuatu ketika emosi sedang meningkat.
"Biasakan memberi jeda sebelum mengunggah sesuatu. Prinsip sederhana seperti 'pause before posting' sangat membantu. Jika sedang marah, sebaiknya jangan langsung menulis atau mengunggah apa pun," kata Ratih seperti dikutip dari ANTARA, Minggu (9/8/2026).
Beberapa menit sebelum posting bisa jadi penting
Menurut Ratih, seseorang perlu mengenali kondisi tubuh dan pikirannya sebelum bereaksi di media sosial.
Baca Juga: Sempat Diwarnai Rumor, BLACKPINK Akhirnya Dipastikan Hadir Berempat di Perayaan 10 Tahun Debut
Emosi yang mulai meningkat biasanya dapat terlihat dari beberapa tanda.
Tubuh bisa terasa tegang, pikiran dipenuhi kemarahan, atau muncul keinginan kuat untuk segera membalas komentar.
Ketika tanda-tanda tersebut muncul, seseorang sebaiknya tidak langsung mengambil keputusan untuk mengunggah atau membalas sesuatu.
Jeda bisa diberikan selama beberapa menit atau bahkan beberapa jam.
Tujuannya bukan untuk menghindari masalah, melainkan memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk kembali berpikir dengan kondisi emosi yang lebih stabil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







