Zero Post, Tren Gen Z yang Bikin Media Sosial Sepi Mendadak

AKURAT JAKARTA - Fenomena Zero Post kini semakin terlihat di berbagai platform media sosial.
Generasi Z atau Gen Z mulai mengurangi bahkan menghentikan aktivitas mengunggah foto maupun cerita pribadi mereka.
Meski demikian, bukan berarti mereka benar-benar meninggalkan media sosial sepenuhnya.
Secara sederhana, Zero Post adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kebiasaan berhenti memposting konten pribadi di media sosial.
Dalam praktiknya, kamu tetap aktif membuka aplikasi seperti Instagram, WhatsApp, hingga X, tetapi tidak lagi membagikan kehidupan pribadi secara terbuka.
Menariknya, tren ini sebenarnya sudah muncul sejak lama.
Baca Juga: Prediksi Skor Strasbourg vs Nice di Ligue 1, 4 April 2026: Le Racing Bidik Momentum Eropa di Meinau
Awalnya, Zero Post dilakukan untuk menciptakan tampilan profil yang lebih rapi, minimalis, dan estetik.
Namun, seiring waktu, alasan tersebut berkembang menjadi lebih kompleks, terutama terkait dengan kenyamanan dan keamanan diri di dunia digital.
Kini, banyak Gen Z memilih Zero Post sebagai bentuk perlindungan diri.
Baca Juga: Sudah Tidur Lama Tapi Tetap Lelah, Ini 5 Penyebab yang Jarang Disadari
Media sosial dianggap terlalu penuh, serba dikurasi, dan terasa tidak lagi autentik.
Ditambah dengan maraknya konten berbasis kecerdasan buatan, sebagian pengguna merasa ruang digital menjadi semakin bising dan melelahkan.
Alih-alih membagikan kehidupan pribadi, kamu mungkin hanya menggunakan media sosial untuk mencari informasi atau berkomunikasi dengan orang terdekat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









