Jakarta

Pihak Ruben Onsu Jawab Tudingan Sarwendah: Kejauhan kalau Larinya ke Selingkuh

Aisya Nur Aziza | 31 Juli 2026, 23:59 WIB
Pihak Ruben Onsu Jawab Tudingan Sarwendah: Kejauhan kalau Larinya ke Selingkuh
Sulitnya komunikasi dan kesepakatan pengasuhan pascacerai mendorong Ruben Onsu melayangkan gugatan resmi hak asuh anak ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

AKURAT JAKARTA — Perselisihan pascacerai antara Ruben Onsu dan Sarwendah semakin merembet ke pelbagai ranah.

Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, menyebut pihak Ruben Onsu secara tegas membantah deretan tuduhan.

Mulai dari isu perselingkuhan, dugaan jeratan pinjaman online (pinjol), hingga persengketaan dokumen aset dan pola pengasuhan anak.

Minola menilai narasi-narasi miring yang beredar di publik tidak memiliki dasar yang kuat dan menantang pihak Sarwendah untuk menunjukkan bukti sah.

Baca Juga: Tepis Pengakuan Sarwendah Terkait Anak, Pihak Ruben Onsu Tunjukkan Bukti Rekaman

Tepis Isu Perselingkuhan dan Misteri Kasur

Salah satunya terkait dugaan perselingkuhan yang sempat diungkit Sarwendah dalam tayangan podcast bersama Denny Sumargo.

Ia menjelaskan bahwa kasur tersebut merupakan barang hasil kerja sama (endorsement) yang terpaksa diletakan di lokasi lain karena kediaman utama Ruben sedang direnovasi.

"Buktikan kalau memang Ruben selingkuh. Apakah kalau dapat kasur endorse dan ditaruh di tempat lain karena rumahnya lagi direnovasi, itu tandanya dia selingkuh?" ujar Minola.

Baca Juga: Tepis Isu Pesugihan di Gunung Kawi, Sarwendah Tegaskan Kedatangannya Hanya Demi Konten

Ia bahkan juga menyayangkan fokus permasalahan yang dinilai bergeser jauh dari inti persoalan utama.

"Kita ini persoalannya masalah anak yang tidak berkumpul bersama Ruben, kok larinya ke dugaan selingkuh dan kasur? Kejauhan," tuturnya.

Bantah Isu Pinjol dan Luruskan Polemik Sertifikat Aset

Selain persoalan personal, Minola turut menanggapi kabar yang menyebutkan Ruben terjerat pinjaman online.

Ia mempertanyakan logika tuduhan tersebut dan menantang pembuktiannya secara hukum.

"Buktikan saja kalau memang Ruben ada pinjol. Secara rasional, kalaupun butuh pinjaman, kenapa harus pinjol jika dia bisa pinjam ke bank? Apalagi alamat dan tempat kerjanya di stasiun televisi sudah jelas," tegas Minola.

Terkait sengketa dokumen aset seperti rumah di Rempoa, Minola meluruskan bahwa pihak Ruben tidak pernah meminta surat rumah tersebut.

Sebaliknya, tim hukum Ruben yang lebih dulu melayangkan surat resmi untuk meminta penyerahan sertifikat vila yang saat ini masih dikuasai pihak Sarwendah.

Minola menyebut penolakan penyerahan dokumen dari pihak Sarwendah berdalih masih adanya perhitungan harta bersama (gono-gini).

Ia juga mengingatkan bahwa eskalasi konflik di media dipicu oleh konferensi pers pihak Sarwendah terkait isu nafkah anak pada akhir Mei 2026 lalu.

Kesulitan Komunikasi Pengasuhan Berujung Gugatan Resmi

Di hadapan awak media, Minola memperlihatkan bukti tangkapan layar percakapan WhatsApp antara Ruben dan Sarwendah.

Rekaman pesan tersebut menunjukkan canggungnya koordinasi mengenai kegiatan anak, mulai dari agenda pembagian rapor hingga jadwal tatap muka.

Minola menegaskan, penunjukan pengacara oleh Ruben bukan ditujukan untuk merebut hak asuh secara mutlak, melainkan demi mencapai kesepakatan pengasuhan (co-parenting) yang adil dan mengikat.

Gara-gara komunikasi yang kian rumit pascabercerai ditambah melebar ke isu utang renovasi hingga keterlibatan pihak ketiga Ruben Onsu akhirnya resmi melayangkan gugatan hak asuh anak ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan demi kepastian hukum. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.