Jakarta

Banyak Orang Tua Belum Sadar, Begadang Bisa Membuat Anak Kehilangan Masa Emas Pertumbuhan

Anggerhana Denni Rahmawati | 30 Juli 2026, 15:00 WIB
Banyak Orang Tua Belum Sadar, Begadang Bisa Membuat Anak Kehilangan Masa Emas Pertumbuhan
Jangan biarkan anak tidur larut malam karena dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya.

AKURAT JAKARTA - Banyak orang tua menganggap tidur larut malam pada anak sebagai kebiasaan yang masih bisa ditoleransi, apalagi jika anak tetap bangun untuk bersekolah keesokan harinya.

Padahal, dampaknya tidak berhenti pada rasa kantuk saat pagi hari.

Kurang tidur atau kebiasaan begadang ternyata dapat mengganggu proses penting yang berlangsung ketika anak sedang tidur nyenyak.

Kondisi ini bukan hanya memengaruhi pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga kualitas hidup anak secara keseluruhan.

Dokter Spesialis Anak Siloam Hospitals TB Simatupang, dr. Jessica Sugiharto, SpA, menjelaskan bahwa kualitas tidur memiliki hubungan erat dengan tumbuh kembang dan kecerdasan anak.

Menurutnya, anggapan bahwa tidur berkualitas berpengaruh terhadap perkembangan anak memang benar.

"Jadi kalau kualitas tidur itu menentukan tumbuh kembang dan kecerdasan anak, itu benar banget," kata dr. Jessica kepada wartawan, Rabu (29/7).

Ia menjelaskan bahwa saat anak memasuki fase deep sleep atau tidur nyenyak, tubuh akan melepaskan hormon pertumbuhan yang berperan penting dalam perkembangan fisik sekaligus fungsi otak.

Hormon tersebut umumnya diproduksi secara optimal pada rentang waktu sekitar pukul 00.00 hingga 04.00 dini hari.

Namun, fase tidur nyenyak tidak terjadi begitu saja.

Baca Juga: Dua Mahasiswa ITB Buktikan Kemampuan di Kampus Top China, Presentasi Risetnya Tuai Apresiasi

Tubuh biasanya baru mencapai tahap tersebut sekitar tiga hingga empat jam setelah seseorang mulai tidur.

Artinya, jika anak baru mulai tidur terlalu larut, kesempatan tubuh untuk memproduksi hormon pertumbuhan secara optimal dapat berkurang.

"Oleh karena itu, sering sekali terlewat masa-masa golden period untuk mengeluarkan hormon itu," jelasnya.

Dampaknya tidak hanya terlihat pada tinggi badan atau perkembangan fisik.

Anak yang kurang tidur juga cenderung mengalami penurunan konsentrasi saat berada di sekolah.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.