Jangan Langsung Menyalahkan Diri, Rasa Lapar Sebelum Haid Ternyata Normal

AKURAT JAKARTA - Banyak perempuan merasa porsi makannya bertambah beberapa hari sebelum menstruasi.
Keinginan mengonsumsi cokelat, makanan manis, hingga makanan tinggi karbohidrat pun sering muncul dan terkadang sulit ditahan.
Kondisi ini ternyata bukan sekadar kebiasaan, melainkan bagian dari perubahan alami yang terjadi di dalam tubuh.
Ahli gizi kesehatan perempuan menjelaskan bahwa peningkatan nafsu makan umumnya terjadi pada fase luteal, yaitu sekitar satu minggu sebelum menstruasi dimulai.
Pada fase ini, tubuh mengalami perubahan hormon yang membuat metabolisme sedikit meningkat sehingga kebutuhan energi ikut bertambah.
Meningkatnya hormon progesteron disertai penurunan kadar serotonin membuat tubuh cenderung mencari sumber energi yang cepat, terutama makanan tinggi karbohidrat.
Tak heran jika banyak perempuan lebih sering merasa lapar atau memiliki keinginan kuat mengonsumsi makanan tertentu menjelang haid.
Sejumlah penelitian bahkan menunjukkan perempuan dapat mengonsumsi ratusan kalori lebih banyak setiap hari selama fase luteal dibandingkan fase lain dalam siklus menstruasi.
Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan nafsu makan memang memiliki dasar biologis.
Tak hanya dipengaruhi hormon, kondisi emosional juga berperan.
Baca Juga: Generasi Alpha dan AI: Batas Tipis antara Membantu Belajar dan Membuat Anak Bergantung
=====
Rasa tidak nyaman akibat kram, perut kembung, tubuh yang mudah lelah, atau perubahan suasana hati dapat membuat seseorang mencari makanan yang memberikan rasa nyaman.
Meski tergolong normal, para ahli menyarankan agar kebutuhan energi tersebut dipenuhi melalui pilihan makanan yang lebih sehat.
Karbohidrat kompleks seperti oatmeal, ubi, atau quinoa dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sekaligus memberikan energi yang dibutuhkan tubuh.
Selain itu, pola makan seimbang, pengelolaan stres, serta tidur yang cukup juga dapat membantu mengurangi perubahan nafsu makan menjelang menstruasi.
Namun, bila rasa lapar disertai gangguan menstruasi yang tidak biasa atau keluhan yang sangat mengganggu, pemeriksaan ke dokter tetap dianjurkan untuk memastikan tidak ada kondisi medis tertentu yang menjadi penyebabnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 7Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 8Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






