Jakarta

Mengenal School Transition Anxiety, Penyebab Anak Cemas di Hari Pertama Masuk Sekolah

Anggerhana Denni Rahmawati | 13 Juli 2026, 20:15 WIB
Mengenal School Transition Anxiety, Penyebab Anak Cemas di Hari Pertama Masuk Sekolah
Rasa cemas masuk sekolah setelah liburan ternyata wajar.

AKURAT JAKARTA - Hari pertama sekolah setelah libur panjang identik dengan semangat bertemu teman dan guru.

Namun, bagi sebagian anak, momen ini justru memunculkan rasa cemas, gugup, bahkan enggan kembali ke sekolah.

Dalam psikologi, kondisi ini dikenal sebagai school transition anxiety, yaitu kecemasan yang muncul saat anak harus beradaptasi kembali dengan rutinitas belajar setelah menikmati masa liburan.

Kondisi ini tergolong wajar dan dapat dialami anak di berbagai jenjang pendidikan.

Selama liburan, pola tidur, waktu bermain, hingga kebiasaan sehari-hari berubah.

Ketika sekolah dimulai lagi, anak perlu menyesuaikan diri dengan jadwal yang lebih teratur.

Proses adaptasi ini dapat memicu berbagai reaksi, seperti sulit tidur, mudah rewel, kehilangan nafsu makan, atau mengeluhkan sakit perut tanpa penyebab medis.

Rasa cemas juga bisa dipicu oleh kekhawatiran bertemu guru baru, memasuki kelas baru, menghadapi pelajaran yang lebih sulit, atau berpisah kembali dari suasana nyaman di rumah.

Bagi siswa yang baru memasuki jenjang pendidikan baru, perasaan tersebut biasanya lebih kuat.

Karena itu, masa-masa awal sekolah sebaiknya dimanfaatkan sebagai periode adaptasi.

Baca Juga: Dulu Anak Harus Patuh, Kini Harus Didengar, Mana yang Semestinya Dipilih?

=====

Orang tua dapat membantu dengan mengembalikan jadwal tidur anak beberapa hari sebelum sekolah dimulai, mengajak mereka berbicara tentang aktivitas di sekolah, serta mendengarkan setiap kekhawatiran yang dirasakan.

Di sisi lain, sekolah juga berperan penting dalam menciptakan suasana yang ramah melalui kegiatan pengenalan lingkungan dan aktivitas yang menyenangkan agar anak merasa lebih nyaman.

Pada akhirnya, rasa gugup saat kembali ke sekolah bukan berarti anak malas belajar.

Sebaliknya, itu merupakan respons alami terhadap perubahan rutinitas.

Dengan dukungan dari keluarga dan sekolah, kecemasan tersebut umumnya akan berkurang seiring anak kembali beradaptasi. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.