Jakarta

Ayamnya Nggak Salah, Sausnya yang Kebanyakan: Ketika Cinta Berlebihan Berujung Tensi Tinggian

Anggerhana Denni Rahmawati | 10 Juli 2026, 20:45 WIB
Ayamnya Nggak Salah, Sausnya yang Kebanyakan: Ketika Cinta Berlebihan Berujung Tensi Tinggian
Sebaiknya batasi mengonsumsi saus mulali saat ini.

AKURAT JAKARTA - Ada dua tipe manusia di dunia ini, yaitu yang makan ayam pakai saus secukupnya dan yang menganggap saus adalah lauk utama.

Kelompok kedua biasanya baru merasa tenang setelah warna ayam sudah tidak terlihat karena tertutup lapisan saus merah menyala.

Padahal, ayam gorengnya mungkin cuma dua potong, tetapi sausnya seperti sedang mengadakan festival sendiri di atas nampan.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengingatkan bahwa kebiasaan sederhana ini ternyata bisa menyimpan risiko kesehatan.

Masalahnya bukan pada ayamnya, karena setidaknya tubuh masih mendapatkan asupan protein yang cukup bermanfaat.

Yang sering luput diperhatikan justru si sachet kecil yang bentuknya mungil tetapi kontribusinya tidak bisa dianggap remeh.

Satu sachet saus rata-rata mengandung sekitar 100 miligram natrium yang ikut masuk tanpa banyak mendapat perhatian.

Karena ukurannya kecil, banyak orang merasa satu sachet hanyalah pembuka sebelum masuk ke ronde berikutnya.

Tiga sachet sering dianggap standar, sementara enam sachet dianggap bentuk cinta paling tulus kepada saus tomat.

Kalau dua potong ayam ditemani enam sachet saus, natrium dari saus saja sudah mencapai sekitar 600 miligram.

Jumlah itu masih harus ditambah dengan natrium yang sudah terkandung dalam ayam goreng dan makanan pendamping lainnya.

Tanpa terasa, total natrium yang masuk bisa mendekati angka 2.000 miligram dalam satu kali makan yang santai.

Padahal batas konsumsi natrium harian yang direkomendasikan WHO untuk orang dewasa adalah sekitar 2.000 miligram.

Artinya, setelah makan seperti itu, tubuh sebenarnya sudah mengangkat papan bertuliskan "jatah asin hari ini habis".

Sayangnya, tubuh manusia belum dilengkapi fitur pop-up yang muncul setiap kali natrium mulai kelewatan batas.

Baca Juga: Bukan Sekadar Perkara Jadwal, Percepatan TKA SMA Rupanya Punya Misi Besar Buat Siswa

=====

Kalau fitur itu ada, mungkin notifikasinya berbunyi, "Maaf, kerupuk dan mi instan Anda ditunda sampai besok".

Banyak orang merasa baik-baik saja karena hipertensi memang terkenal datang tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

Tekanan darah bisa naik perlahan sambil membuat pemiliknya tetap merasa sehat dan tidak curiga sedikit pun.

Inilah alasan hipertensi sering dijuluki sebagai pembunuh diam-diam yang bekerja tanpa suara dan tanpa drama.

Karena itu, menikmati ayam goreng tentu boleh, tetapi jangan sampai sausnya lebih banyak daripada ayamnya.

Kalau ayam tinggal tulang sementara saus masih setengah kolam, mungkin ada yang perlu dievaluasi bersama.

Mengurangi beberapa sachet tidak akan membuat hidup kehilangan warna atau kenikmatan makan siang favorit.

Sebaliknya, langkah kecil itu bisa membantu menjaga tekanan darah tetap bersahabat dalam jangka panjang.

Bagi yang merasa menjadi anggota garis keras pecinta saus, tidak ada salahnya mulai menghitung jumlah sachet yang digunakan.

Sesekali cek tekanan darah di puskesmas juga penting agar kondisi kesehatan tidak hanya berdasarkan perasaan semata.

Sebab dalam urusan hipertensi, yang sering berbahaya bukan rasa asin yang terasa, melainkan yang tidak terasa.

Jadi, saat membeli ayam goreng berikutnya, ingat satu hal yang cukup penting untuk direnungkan bersama.

Jangan sampai ayamnya cuma dua potong, tetapi natriumnya sudah bekerja lembur sampai malam hari. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.