Jakarta

Jangan Asal Dipanaskan, Ternyata 6 Makanan Ini Sebaiknya Tidak Masuk Microwave

Anggerhana Denni Rahmawati | 30 Juni 2026, 08:30 WIB
Jangan Asal Dipanaskan, Ternyata 6 Makanan Ini Sebaiknya Tidak Masuk Microwave
Tidak semua jenis makanan bisa dipanaskan dengan microwave.

AKURAT JAKARTA - Microwave menjadi salah satu peralatan dapur yang praktis untuk menghangatkan makanan dalam waktu singkat.

Namun, tidak semua jenis makanan aman dipanaskan kembali dengan alat ini.

Pada beberapa makanan, pemanasan menggunakan microwave dapat memengaruhi kualitas, kandungan nutrisi, bahkan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan jika tidak dilakukan dengan benar.

Karena itu, penting untuk mengetahui makanan apa saja yang sebaiknya tidak dipanaskan menggunakan microwave.

Berikut enam di antaranya.

1. Daging Olahan

Sosis, nugget, ham, hingga smoked beef sebaiknya tidak dipanaskan menggunakan microwave.

Penelitian yang dimuat di PubMed Central pada 2015 menunjukkan bahwa sosis yang dipanaskan dengan microwave menghasilkan kadar cholesterol oxidation products (COPs) paling tinggi dibandingkan metode memasak lain.

Senyawa ini dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan peradangan.

2. Ayam

Microwave sering kali memanaskan makanan secara tidak merata.

Akibatnya, beberapa bagian ayam mungkin tidak mencapai suhu yang cukup untuk membunuh bakteri.

Selain itu, pemanasan berulang dapat mengubah tekstur dan kualitas protein pada ayam.

Jika ingin menghangatkannya, kompor atau oven menjadi pilihan yang lebih baik.

Baca Juga: Metode 4-3-2-1-0 dari dr. Gia, Cara Sederhana Meningkatkan Kualitas Tidur Setiap Malam

=====

3. Nasi Sisa

Nasi yang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang berisiko ditumbuhi bakteri Bacillus cereus.

Bakteri ini dapat menghasilkan racun yang tidak mudah hilang meski nasi dipanaskan kembali.

Agar lebih aman, simpan nasi di lemari pendingin sesegera mungkin setelah matang sebelum dipanaskan kembali.

4. Sayuran Berdaun Hijau

Bayam, kangkung, dan sawi mengandung nitrat alami.

Saat dipanaskan kembali pada suhu tinggi, nitrat dapat berubah menjadi nitrit yang dalam beberapa penelitian dikaitkan dengan pembentukan senyawa nitrosamin.

Selain itu, tekstur dan kualitas sayuran juga akan menurun setelah dipanaskan berulang kali.

5. Kentang

Kentang matang yang terlalu lama berada pada suhu ruang dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri Clostridium botulinum.

Microwave juga belum tentu memanaskan seluruh bagian kentang secara merata, sehingga risiko keamanan pangan tetap perlu diperhatikan.

6. ASI dan Susu Formula

Microwave tidak disarankan untuk menghangatkan ASI maupun susu formula.

Alat ini dapat menghasilkan hot spots atau titik panas yang berisiko melukai mulut bayi.

Selain itu, suhu yang terlalu tinggi juga dapat merusak sebagian nutrisi dan antibodi yang terkandung dalam ASI.

Baca Juga: Nasi Beku dan Gula Darah: Bisa Lebih Stabil, Tetapi Tetap Perlu Waspada Risiko Keracunan

=====

Microwave memang memudahkan proses menghangatkan makanan.

Namun, memahami jenis makanan yang sebaiknya tidak dipanaskan dengan alat ini dapat membantu menjaga kualitas makanan sekaligus mengurangi risiko yang tidak diinginkan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.