Jangan Salah Pilih, Ini Perbedaan Kayu Manis Ceylon dan Cassia yang Perlu Diketahui untuk Kesehatan dan Masakan

AKURAT JAKARTA - Kayu manis menjadi salah satu rempah populer yang banyak digunakan untuk minuman, makanan, hingga campuran berbagai masakan.
Meski terlihat mirip, ternyata kayu manis yang beredar di pasaran terdiri dari beberapa jenis dengan karakter yang berbeda.
Dua jenis yang paling dikenal adalah kayu manis Ceylon dan kayu manis Cassia yang memiliki bentuk, rasa, serta kegunaan berbeda.
Mengetahui perbedaan keduanya penting agar kamu dapat memilih kayu manis yang sesuai untuk kebutuhan sehari-hari.
Selain memengaruhi cita rasa makanan, jenis kayu manis juga dapat berkaitan dengan aspek kesehatan saat dikonsumsi rutin.
Berikut perbedaan utama antara kayu manis Ceylon dan kayu manis Cassia yang perlu diketahui sebelum membeli.
1. Kayu Manis Ceylon
Kayu manis Ceylon dikenal sebagai true cinnamon atau kayu manis sejati yang berasal dari Sri Lanka.
Jenis ini memiliki warna cokelat muda yang lebih terang dibandingkan kayu manis yang umum dijual di pasaran.
Bentuk batangnya terdiri dari lapisan tipis menyerupai kertas yang menggulung berlapis-lapis dan mudah patah.
Teksturnya yang rapuh membuat kayu manis Ceylon lebih mudah dihancurkan atau digiling menjadi bubuk halus.
Aroma kayu manis Ceylon cenderung lembut, harum, dan tidak terlalu tajam sehingga nyaman bagi banyak orang.
Rasanya juga lebih manis alami dengan sensasi ringan yang tidak mendominasi cita rasa makanan maupun minuman.
Karakter tersebut membuat Ceylon sering digunakan untuk teh, kue, dessert, dan berbagai hidangan manis lainnya.
Dari sisi kesehatan, Ceylon memiliki kandungan kumarin yang sangat rendah sehingga lebih aman untuk konsumsi rutin.
Banyak ahli menyarankan jenis ini bagi mereka yang sering mengonsumsi kayu manis sebagai bagian pola makan harian.
Baca Juga: Wisata di HUT ke-499 Jakarta Pecahkan Rekor, Gubernur Pramono: Ragunan Tembus 135.500 Pengunjung
=====
2. Kayu Manis Cassia
Kayu manis Cassia merupakan jenis yang paling mudah ditemukan dan banyak beredar di berbagai pasar Indonesia.
Warna Cassia cenderung lebih gelap dengan nuansa cokelat kemerahan yang terlihat lebih pekat dibanding Ceylon.
Batangnya lebih tebal, keras, dan biasanya hanya membentuk satu gulungan besar dengan tekstur yang kasar.
Karena teksturnya lebih keras, Cassia umumnya lebih sulit digiling dibandingkan kayu manis Ceylon yang rapuh.
Aroma Cassia lebih kuat dan tajam sehingga mudah tercium bahkan ketika digunakan dalam jumlah yang tidak banyak.
Rasanya lebih pekat dengan sedikit sensasi pedas yang mampu memberikan karakter rempah yang khas pada masakan.
Jenis ini sering digunakan untuk gulai, rendang, kari, dan berbagai hidangan berbumbu yang dimasak dalam waktu lama.
Aromanya tetap bertahan selama proses memasak sehingga cocok untuk masakan yang kaya akan campuran rempah.
Namun Cassia mengandung kadar kumarin yang jauh lebih tinggi dibandingkan kayu manis Ceylon.
Konsumsi berlebihan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan hati pada sebagian orang.
Memahami perbedaan Ceylon dan Cassia dapat membantu kamu memilih kayu manis yang sesuai dengan kebutuhan.
Untuk konsumsi harian, banyak pakar lebih menyarankan kayu manis Ceylon karena kandungan kumarinnya lebih rendah.
Sementara itu, Cassia tetap menjadi pilihan menarik untuk masakan bercita rasa kuat yang membutuhkan aroma rempah pekat.
Dengan mengenali ciri fisik, rasa, dan manfaatnya, kamu dapat menggunakan kayu manis secara lebih bijak dan tepat. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya



