Waspada! Mengurut Patah Tulang Anak Bisa Picu Cacat Permanen

AKURAT JAKARTA — Kebiasaan langsung membawa anak ke tukang urut saat terjatuh rupanya menyimpan risiko besar.
Tindakan memijat atau menarik bagian tubuh anak yang patah tulang justru berbahaya dan bisa memicu komplikasi serius hingga cacat permanen.
Spesialis Ortopedi Divisi Anak Eka Hospital Cibubur, dr. Gabriel Klemens Wienanda, M.Ked(Surg), Sp. OT, AIFO-K, menjelaskan bahwa anatomi tulang anak sangat berbeda dengan orang dewasa karena memiliki lempeng pertumbuhan (growth plate).
Baca Juga: Waspada Risiko Campak pada Usia Dewasa dan Pentingnya Imunisasi Booster
"Lempeng pertumbuhan ini merupakan jaringan tulang rawan yang lunak dan sensitif di ujung tulang panjang. Jika diurut atau ditarik paksa, area ini bisa rusak permanen sehingga tulang anak tumbuh bengkok atau panjang sebelah saat dewasa," kata dr. Gabriel saat Media Meet Up, Senin (29/6/26).
Bahaya Fatal Mengurut Patah Tulang
Memanipulasi atau memijat tulang yang patah secara paksa bisa berakibat fatal, di antaranya:
Kerusakan Saraf & Pembuluh Darah: Serpihan patahan tulang yang tajam bisa merobek pembuluh darah hingga memicu pendarahan dalam, atau menjepit saraf yang menyebabkan kelumpuhan.
Sindrom Kompartemen: Tekanan pijatan pada area yang meradang bisa menyumbat aliran darah, menyebabkan jaringan otot mati, dan berisiko tinggi diamputasi.
Malunion (Salah Sambung): Tulang menyambung dalam posisi yang salah atau bengkok, sehingga ruang gerak anak menjadi terbatas.
Pertolongan Pertama yang Benar
Jika anak dicurigai mengalami cedera tulang berat setelah jatuh, lakukan langkah darurat ini:
Jangan Digerakkan: Jangan mencoba meluruskan atau menarik tangan/kaki yang bengkok.
Pasang Penyangga (Bidai): Gunakan benda kaku (papan, penggaris, atau gulungan majalah) di samping area cedera, lalu ikat longgar dengan kain agar posisinya stabil.
Kompres Dingin: Tempelkan es yang dibalut kain selama 15-20 menit untuk meredakan nyeri dan bengkak.
Bawa ke Rumah Sakit: Segera lakukan pemeriksaan X-Ray (ronsen) untuk melihat kondisi pasti tulang.
Orang tua diimbau segera ke Dokter Spesialis Ortopedi jika anak menangis histeris, bentuk tubuh bengkok tidak wajar, muncul memar yang meluas cepat, ujung jari pucat/dingin, atau tulang menembus kulit.
Dr. Gabriel menegaskan orang tua tidak perlu takut ke dokter karena penanganan patah tulang anak tidak selalu lewat operasi besar. Sering kali cedera cukup ditangani dengan gips, atau jika butuh bedah, dilakukan dengan sayatan seminimal mungkin (Minimal Invasive Surgery).
Mengingat regenerasi tulang anak sangat cepat, penanganan medis yang tepat sejak awal akan menyelamatkan masa depan anak dari kecacatan.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






