Jakarta

Jangan Abaikan Saat Buang Air Kecil, Empat Perubahan Ini Bisa Menjadi Tanda Ginjal Bermasalah

Anggerhana Denni Rahmawati | 27 Juni 2026, 11:15 WIB
Jangan Abaikan Saat Buang Air Kecil, Empat Perubahan Ini Bisa Menjadi Tanda Ginjal Bermasalah
Perubahan pada urine yang dapat menjadi tanda gangguan ginjal.

AKURAT JAKARTA - Ginjal berfungsi menyaring limbah dan menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh.

Karena itu, perubahan pada urine dapat menjadi salah satu tanda awal adanya gangguan pada organ ini.

Jika perubahan tersebut terjadi terus-menerus, kamu sebaiknya tidak mengabaikannya.

Secara normal, warna urine berkisar dari kuning pucat hingga kuning tua, tergantung kondisi hidrasi tubuh.

Berikut empat perubahan urine yang perlu diwaspadai.

1. Air Kencing Berbusa

Urine yang berbusa dan tidak cepat hilang setelah disiram bisa menjadi tanda proteinuria, yaitu kondisi ketika protein bocor ke dalam urine akibat kerusakan filter ginjal.

Mengutip American Kidney Fund, kondisi ini perlu mendapat perhatian karena dapat berkaitan dengan gangguan fungsi ginjal.

2. Warna Urine Berubah

Urine berwarna merah, merah muda, atau cokelat dapat menandakan adanya darah dalam urine (hematuria).

Sementara urine keruh bisa mengindikasikan infeksi, sedangkan warna cokelat tua menyerupai kopi atau teh dapat menjadi tanda gangguan ginjal yang lebih serius.

3. Frekuensi Buang Air Kecil Berubah

Buang air kecil yang jauh lebih sedikit dari biasanya dapat terjadi ketika ginjal tidak mampu menyaring cairan dengan baik.

Sebaliknya, sering buang air kecil pada malam hari juga bisa menjadi tanda awal kerusakan ginjal.

Baca Juga: Sarapan Pagi Bisa Bikin Gula Darah Melonjak? Ini Penjelasan yang Perlu Kamu Tahu

=====

4. Bau Urine Menyengat

Urine yang berbau tidak biasa atau sangat menyengat dapat terjadi akibat penumpukan racun di dalam tubuh, kondisi yang dikenal sebagai uremia.

Perubahan pada urine memang tidak selalu berarti kamu mengalami penyakit ginjal.

Namun, jika keluhan berlangsung terus atau disertai gejala lain, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter agar penyebabnya dapat diketahui lebih awal. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.