Jakarta

Dari Adrenalin hingga Tren Viral, Ini Alasan Makanan Pedas Digemari

Anggerhana Denni Rahmawati | 20 Juni 2026, 10:30 WIB
Dari Adrenalin hingga Tren Viral, Ini Alasan Makanan Pedas Digemari
Makanan pedas disukai banyak orang.

AKURAT JAKARTA - Makanan pedas menjadi salah satu jenis kuliner yang memiliki banyak penggemar di berbagai daerah.

Bagi sebagian orang, menyantap hidangan tanpa tambahan cabai terasa kurang lengkap.

Bahkan, tidak sedikit yang sengaja mencari makanan dengan tingkat kepedasan ekstrem demi mendapatkan sensasi yang lebih menantang.

Fenomena ini menarik perhatian karena rasa pedas sejatinya bukanlah rasa yang secara alami dicari tubuh manusia.

Namun, kenyataannya, banyak orang justru menikmati sensasi panas yang muncul saat mengonsumsi cabai.

Faktor biologis, kebiasaan sejak kecil, hingga pengaruh tren di media sosial disebut menjadi alasan di balik popularitas makanan pedas.

Lalu, apa sebenarnya yang membuat makanan pedas begitu digemari?

Berikut beberapa faktor yang menjelaskan mengapa banyak orang sulit menolak hidangan bercita rasa pedas.

1. Sensasi Adrenalin yang Memberikan Kenikmatan

Saat kamu mengonsumsi cabai, senyawa capsaicin akan memicu reseptor di mulut yang mengirimkan sinyal panas ke otak.

Tubuh kemudian merespons dengan melepaskan hormon tertentu yang dapat menimbulkan sensasi senang dan bersemangat.

Bagi sebagian orang, reaksi tersebut menciptakan pengalaman makan yang unik dan menyenangkan.

Tidak heran jika mereka terus mencari sensasi serupa dengan mencoba makanan yang lebih pedas.

2. Pengaruh Kebiasaan dan Budaya Sejak Kecil

Kecintaan terhadap makanan pedas sering kali terbentuk dari lingkungan tempat seseorang tumbuh.

Baca Juga: Quality Time Bareng Keluarga Tak Harus Menguras Kantong, Jika Melakukan 3 Aktivitas Ini

=====

Di banyak keluarga Indonesia, cabai menjadi bagian penting dalam berbagai hidangan sehari-hari.

Paparan rasa pedas sejak usia dini membuat lidah lebih mudah beradaptasi.

Seiring waktu, rasa panas yang awalnya terasa menyiksa justru berubah menjadi kenikmatan yang dinantikan saat makan.

3. Lidah yang Semakin Terbiasa dengan Pedas

Tubuh manusia memiliki kemampuan beradaptasi terhadap berbagai rangsangan, termasuk rasa pedas.

Semakin sering kamu mengonsumsi makanan pedas, semakin tinggi pula toleransi tubuh terhadap sensasi panas tersebut.

Akibatnya, sebagian pencinta pedas merasa perlu meningkatkan level kepedasan untuk mendapatkan sensasi yang sama seperti sebelumnya.

Inilah yang membuat banyak orang tertarik mencoba makanan dengan tingkat kepedasan ekstrem.

4. Pengaruh Tren yang Viral di Media Sosial

Media sosial juga berperan besar dalam meningkatnya popularitas makanan pedas.

Berbagai tantangan makan pedas hingga ulasan kuliner viral sering kali memancing rasa penasaran banyak orang.

Selain ingin mengikuti tren, rekomendasi dari teman atau kreator konten juga membuat seseorang terdorong mencoba makanan pedas yang sedang populer.

Tidak jarang, pengalaman tersebut kemudian berkembang menjadi kebiasaan baru.

Pada akhirnya, alasan seseorang menyukai makanan pedas bisa berbeda-beda.

Mulai dari sensasi yang memacu adrenalin, kebiasaan sejak kecil, kemampuan adaptasi tubuh, hingga pengaruh tren digital.

Baca Juga: Niatnya Menenangkan tapi 5 Kalimat Ini Ternyata Justru Bisa Memicu Kecemasan Anak

=====

Apa pun alasannya, kuliner pedas memang memiliki daya tarik tersendiri yang membuat banyak orang terus kembali mencicipinya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.