Jepang Resmikan Game Terapi ADHD Pertama yang Diresepkan Dokter dan Ditanggung Asuransi Kesehatan

AKURAT JAKARTA - Jepang kembali menghadirkan inovasi di bidang kesehatan digital dengan menyetujui penggunaan aplikasi terapi berbentuk video game untuk anak-anak dengan ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder.
Terobosan ini menarik perhatian karena aplikasi tersebut dapat diresepkan langsung oleh dokter sebagai terapi tambahan untuk membantu mengatasi gangguan perhatian dan hiperaktivitas.
Aplikasi terapi yang dikenal dengan nama EndeavorRx ini menjadi game terapi ADHD pertama di Jepang yang memperoleh perlindungan dari sistem asuransi kesehatan.
Kehadirannya memberikan alternatif baru bagi anak-anak yang mengalami kesulitan fokus, terutama bagi mereka yang tidak cocok atau tidak ingin menjalani terapi berbasis obat.
Cara kerja aplikasi ini dirancang menyerupai permainan video yang menyenangkan.
Anak-anak diminta mengendalikan karakter atau kendaraan sambil menyelesaikan beberapa tugas dalam waktu yang bersamaan.
Mereka harus mengumpulkan objek tertentu, memilih target yang tepat, dan menghindari berbagai rintangan yang muncul di layar.
Meski terlihat seperti permainan biasa, setiap tantangan dalam aplikasi telah dirancang secara khusus untuk melatih kemampuan otak dalam mengatur perhatian.
Teknologi ini menargetkan aktivitas pada korteks prefrontal, yaitu bagian otak yang berperan penting dalam konsentrasi, pengambilan keputusan, dan pengendalian perilaku.
Penggunaan aplikasi ini juga relatif sederhana.
Anak-anak dianjurkan bermain selama sekitar 25 menit setiap hari.
Program terapi umumnya dijalankan selama enam minggu secara berturut-turut sesuai rekomendasi dokter yang menangani pasien.
Efektivitas aplikasi tersebut telah dievaluasi melalui sejumlah uji klinis.
Penelitian melibatkan anak-anak berusia 6 hingga 17 tahun yang didiagnosis mengalami ADHD.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang menggunakan aplikasi terapi bersama terapi standar mengalami peningkatan kemampuan perhatian yang lebih baik dibandingkan kelompok yang hanya menjalani terapi standar.
Temuan ini memberikan harapan baru bagi keluarga yang mencari pendekatan tambahan dalam membantu anak mengelola gejala ADHD.
Baca Juga: Dawet Dimakan Pakai Sambal? Ini Kuliner Unik Kulon Progo Buruan Wisatawan
=====
Meski bukan pengganti terapi medis atau pendampingan profesional, aplikasi tersebut dapat menjadi bagian dari strategi penanganan yang lebih komprehensif.
Hal lain yang membuat inovasi ini semakin menarik adalah proses distribusinya.
Ketika dokter meresepkan terapi tersebut, pasien tidak menerima obat dalam bentuk kapsul atau tablet.
Sebagai gantinya, mereka akan memperoleh kode khusus untuk mengunduh aplikasi ke smartphone atau tablet yang digunakan selama program terapi berlangsung.
Langkah Jepang ini menunjukkan bagaimana teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk mendukung kesehatan mental anak.
Dengan pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, terapi berbasis game berpotensi membantu anak ADHD meningkatkan fokus sekaligus menjalani proses terapi dengan pengalaman yang lebih nyaman dan menarik. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







