Diam-Diam Berbahaya, 5 Makanan Ini Disebut Bisa Mempercepat Kerusakan Otak

AKURAT JAKARTA - Menjaga kesehatan otak tidak hanya dilakukan dengan tidur cukup atau rutin berolahraga.
Apa yang kamu konsumsi setiap hari juga memiliki pengaruh besar terhadap fungsi otak dalam jangka panjang.
Tanpa disadari, beberapa jenis makanan yang sering dikonsumsi justru dapat memicu penurunan daya ingat hingga gangguan konsentrasi.
Banyak orang menganggap makanan cepat saji atau makanan manis hanya berdampak pada berat badan.
Padahal, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pola makan tertentu dapat memengaruhi kesehatan saraf dan kemampuan kognitif.
Jika dikonsumsi terus-menerus, risiko peradangan otak hingga penurunan fungsi memori bisa meningkat.
Karena itu, penting untuk mulai memperhatikan jenis makanan yang masuk ke tubuh.
Berikut lima makanan yang disebut paling cepat merusak kesehatan otak.
1. Makanan yang Dibuat dengan Minyak Olahan
Minyak olahan umumnya berasal dari kedelai, jagung, canola, biji kapas, bunga matahari, hingga safflower.
Jenis minyak ini banyak digunakan untuk menggoreng maupun memasak makanan sehari-hari.
Sayangnya, minyak olahan mengandung asam lemak omega-6 dalam jumlah tinggi.
Jika dikonsumsi berlebihan, kandungan tersebut dapat memicu produksi zat kimia yang menyebabkan peradangan pada otak.
Kondisi ini dipercaya dapat mengganggu fungsi saraf dan kesehatan otak dalam jangka panjang.
Sebagai pilihan yang lebih baik, kamu disarankan menggunakan minyak zaitun atau minyak kelapa saat memasak.
=====
2. Makanan dengan Tambahan Gula dan Gula Buatan
Otak memang membutuhkan glukosa untuk menghasilkan energi.
Namun, konsumsi gula berlebihan justru bisa menimbulkan masalah serius bagi fungsi otak.
Pola makan tinggi gula dapat menyebabkan penumpukan glukosa di otak yang akhirnya memengaruhi daya ingat dan menurunkan fungsi hipokampus, bagian otak yang berperan penting dalam memori.
Tidak hanya makanan manis, gula tambahan juga sering tersembunyi dalam saus kemasan, saus salad, saus tomat, hingga sup kalengan.
Karena itu, kamu perlu lebih teliti membaca kandungan gula pada makanan kemasan yang dikonsumsi sehari-hari.
3. Makanan Ultra-Olahan
Makanan ultra-olahan seperti nugget, sosis, makanan beku, dan camilan instan ternyata juga tidak baik bagi kesehatan otak.
Jenis makanan ini dikaitkan dengan pemendekan telomer, yaitu bagian pelindung DNA yang berkaitan dengan proses penuaan sel.
Semakin pendek telomer, semakin besar pula risiko tubuh mengalami penyakit degeneratif lebih cepat.
Selain itu, sebuah studi tahun 2022 menemukan bahwa orang yang sering mengonsumsi makanan ultra-olahan lebih rentan mengalami depresi ringan dibanding mereka yang jarang mengonsumsinya.
Hal ini menunjukkan bahwa pola makan tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga kondisi mental dan emosional.
4. Makanan dengan Pemanis Buatan
Pemanis buatan sering dianggap lebih aman dibanding gula biasa karena rendah kalori.
Namun, beberapa penelitian justru menemukan adanya dampak negatif terhadap kesehatan tubuh dan otak.
Jenis pemanis seperti sakarin, sukralosa, stevia, hingga aspartam dapat memicu pertumbuhan bakteri usus jahat yang berpengaruh terhadap suasana hati.
=====
Aspartam bahkan disebut berkaitan dengan peningkatan kecemasan dan stres oksidatif yang memicu radikal bebas di otak.
Sebagai alternatif, kamu bisa memilih pemanis alami seperti madu atau gula kelapa dalam jumlah yang tetap terkontrol.
5. Makanan yang Digoreng
Gorengan menjadi salah satu makanan favorit banyak orang.
Namun, konsumsi makanan yang digoreng terlalu sering ternyata dapat berdampak buruk pada kemampuan otak.
Sebuah penelitian terhadap lebih dari 18 ribu orang menemukan bahwa pola makan tinggi gorengan berhubungan dengan rendahnya kemampuan memori dan fungsi kognitif.
Kandungan lemak serta proses penggorengan berulang dipercaya menjadi salah satu penyebab utamanya.
Untuk pilihan yang lebih sehat, kamu bisa mengganti makanan goreng dengan makanan yang dipanggang, direbus, atau dikukus agar nutrisi tetap terjaga. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026






