Jangan Anggap Sepele, 5 Gejala Ini Bisa Jadi Tanda Kamu Sedang Diare

AKURAT JAKARTA - Diare menjadi salah satu gangguan pencernaan yang cukup sering dialami banyak orang.
Kondisi ini biasanya ditandai dengan frekuensi buang air besar yang lebih sering disertai tekstur tinja yang lebih cair dari biasanya.
Meski terdengar umum, diare tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kondisi tubuh jika berlangsung terus-menerus.
Selain sering buang air besar, ternyata ada beberapa gejala lain yang kerap muncul saat seseorang mengalami diare.
Gejala tersebut bisa berupa gangguan pada perut, perubahan kondisi tubuh, hingga rasa tidak nyaman yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Beberapa orang bahkan tidak menyadari bahwa tanda-tanda tertentu yang mereka alami sebenarnya berkaitan dengan diare.
Karena itu, penting bagi kamu untuk mengenali gejalanya lebih awal agar penanganan dapat dilakukan dengan tepat.
Berikut lima gejala umum diare yang sering muncul dan perlu kamu waspadai.
1. Sakit Perut atau Mulas
Salah satu gejala paling umum saat diare adalah perut terasa mulas atau sakit melilit.
Rasa nyeri ini biasanya muncul bersamaan dengan dorongan untuk buang air besar.
Pada beberapa kondisi, mulas juga disertai rasa panas atau perih di area perut.
Kondisi tersebut terjadi karena adanya peradangan pada sistem pencernaan akibat infeksi tertentu.
Peradangan membuat otot usus bekerja lebih aktif untuk mendorong feses keluar dari tubuh.
Proses inilah yang menyebabkan bagian sekitar usus terasa tegang dan menimbulkan rasa sakit di perut.
Baca Juga: Konser BTS Jakarta Bukan untuk Semua Umur, Simak Syarat Khusus Bagi Penonton Berikut Ini
=====
2. Demam
Diare yang disebabkan oleh infeksi terkadang juga disertai demam.
Kondisi ini merupakan respons alami tubuh ketika melawan bakteri, virus, atau peradangan yang terjadi di saluran pencernaan.
Selain menjadi tanda infeksi, demam juga dapat menunjukkan tubuh mulai mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi akibat terlalu banyak kehilangan cairan saat buang air besar.
Karena itu, penting bagi kamu untuk tetap memenuhi kebutuhan cairan tubuh selama mengalami diare.
3. Mual dan Muntah
Saat diare menyerang, rasa mual juga sering muncul dan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan muntah.
Kondisi ini biasanya terjadi akibat infeksi pada organ pencernaan.
Beberapa bakteri seperti Staphylococcus aureus dan Bacillus cereus diketahui dapat menghasilkan racun yang mengganggu sistem cerna.
Racun tersebut memicu produksi gas dan cairan berlebih di dalam saluran pencernaan sehingga perut terasa tidak nyaman, mual, hingga muntah.
4. Nafsu Makan Menurun
Diare sering membuat seseorang kehilangan selera makan.
Perut yang terasa sakit, kembung, dan mual membuat tubuh terasa kurang nyaman untuk menerima makanan.
Meski begitu, kamu tetap dianjurkan untuk makan agar tubuh memiliki energi selama proses pemulihan berlangsung.
Mengonsumsi makanan ringan dan mudah dicerna dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman sekaligus menjaga kondisi tubuh tetap stabil.
Baca Juga: Termasuk Air Putih, Inilah 7 Minuman yang Bisa Membantu Redakan Asam Lambung
=====
5. Perut Kembung
Perut terasa penuh dan begah juga menjadi salah satu gejala yang sering menyertai diare.
Kondisi ini biasanya terjadi akibat penumpukan gas di dalam usus.
Kembung dapat dipicu oleh gangguan pencernaan tertentu, termasuk intoleransi laktosa yang membuat tubuh sulit mencerna kandungan gula pada susu dan produk olahannya.
Gas terbentuk dari proses fermentasi sisa makanan yang tidak tercerna sempurna di dalam usus.
Akibatnya, perut terasa lebih penuh dan tidak nyaman.
Mengenali berbagai gejala diare sejak awal sangat penting agar kamu dapat segera mengambil langkah penanganan yang tepat.
Jika diare berlangsung berkepanjangan, disertai dehidrasi berat, atau kondisi tubuh semakin melemah, segera periksakan diri ke tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






