Pembubaran Nobar Film Pesta Babi Jadi Sorotan, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Ikut Buka Suara, Begini Isi Sinopsisnya!

AKURAT JAKARTA - Film "Pesta Babi" tengah menjadi sorotan. Hal itu terjadi setelah acara nonton bareng (Nobar) film ini di sejumlah kampus dibubarkan.
Film dokumenter investigatif karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale ini menyoroti perampasan ruang hidup masyarakat adat di Papua Selatan akibat ekspansi proyek industri besar dan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Film ini mendokumentasikan perjuangan warga mempertahankan hutan adat serta perlawanan simbolis dengan menancapkan ribuan salib.
Fokus Cerita film dokumenter ini menyoroti kehidupan masyarakat adat di wilayah Merauke, Boven Digoel, dan Mappi, Papua Selatan, dan bagaimana hubungan mereka dengan alam terganggu oleh proyek pembangunan.
Film ini mengangkat isu hilangnya hutan adat, ancaman terhadap sumber pangan tradisional, perubahan pola hidup lokal, serta konflik antara pembangunan industri dan hak masyarakat adat.
Film ini merekam gerakan "Salib Merah" di mana masyarakat menancapkan setidaknya 1.800 salib untuk menghadang perusahaan dan militer secara fisik maupun spiritual.
Film Pesta Babi menyoroti bagaimana masyarakat berjuang di tengah bayang-bayang eksploitasi tanah dan isu keamanan.
Baca Juga: Westlife Gelar Konser 25 Tahun di GBK Jakarta pada Awal 2027: Cek Harga Tiket dan Jadwalnya!
Film dokumenter ini berupaya menampilkan potret sosial-politik mengenai dampak pembangunan yang mengorbankan ruang hidup masyarakat adat.
Pembubaran nonton bareng film dokumenter Pesta Babi yang digelar di Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendapat sorotan dari Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani.
Ia mengatakan kampus memiliki kewenangan penuh untuk mengambil langkah yang dianggap terbaik demi menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan akademik.
"Kalau ternyata film tersebut mengganggu kenyamanan, kondusivitas, dan sebagainya, ya monggo, kampus memiliki otonomi penuh untuk melakukan yang terbaik bagi kampus tersebut," kata Lalu di Kompleks Parlemen, Senin (11/5/2026).
Lalu menegaskan, selama suatu kegiatan tidak mengganggu keamanan, ketertiban, dan kenyamanan, maka aktivitas tersebut seharusnya dapat dilaksanakan.
Namun apabila berpotensi memicu gangguan di lingkungan kampus, maka perguruan tinggi diminta menjalankan aturan yang berlaku.
"Pada prinsipnya selama itu tidak mengganggu keamanan, ketertiban, dan kenyamanan, silakan. Tetapi kalau sudah mulai mengganggu, maka kami menyarankan kampus untuk melaksanakan ketentuan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya.
Ia menambahkan, kampus harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh mahasiswa maupun sivitas akademika. Sebab, fungsi utama perguruan tinggi adalah mendidik generasi penerus bangsa.
“Konteksnya adalah kampus betul-betul harus menjamin bahwa kampus itu adalah ruang yang aman, ruang yang nyaman, dan tujuannya satu, adalah mendidik generasi penerus bangsa,” ungkapnya.
Meski demikian, Lalu menilai substansi film dokumenter Pesta Babi tersebut sebenarnya tidak bermasalah.
Ia menduga munculnya pelarangan atau pembatasan lebih disebabkan adanya kekhawatiran tertentu yang perlu dijelaskan secara terbuka oleh pihak terkait.
"Kalau kita lihat kontennya sebenarnya tidak ada masalah. Hanya mungkin ada kekhawatiran berlebihan dan tinggal dijelaskan saja kenapa tidak boleh atau tidak harus di kampus," ucapnya.
Sebagai informasi, acara nonton bareng film dokumenter Pesta Babi dibubarkan di sejumlah kampus di Indonesia Timur, di antaranya di Universitas Islam Negeri Mataram, Universitas Mandalika, dan Universitas Mataram. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 7Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 8Prediksi Skor Excelsior vs PSV Eindhoven di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Patahkan Dominasi Sang Juara Bertahan?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya


