Jakarta

Penelitian Ungkap Hubungan Makanan dan Mood Anak, Orangtua Wajib Tahu

Anggerhana Denni Rahmawati | 11 Mei 2026, 09:30 WIB
Penelitian Ungkap Hubungan Makanan dan Mood Anak, Orangtua Wajib Tahu
Asupan makanan anak mempengaruhi kesehatan mental mereka.

AKURAT JAKARTA - Perilaku anak ternyata tidak hanya dipengaruhi pola asuh atau lingkungan sekitar.

Makanan yang dikonsumsi sehari-hari juga memiliki peran besar terhadap suasana hati dan kemampuan anak mengendalikan emosi.

Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa anak yang rutin makan buah dan sayur cenderung memiliki kondisi emosional yang lebih stabil.

Sebaliknya, konsumsi camilan manis dan asin berlebihan dikaitkan dengan meningkatnya perilaku agresif pada anak.

Penelitian tersebut dilakukan oleh para peneliti di University of Agder dan diterbitkan dalam jurnal Nutrients.

Studi ini menunjukkan adanya hubungan kuat antara pola makan dan kesehatan mental anak usia dini.

Para peneliti menilai kesehatan mental sejak kecil sangat penting karena dapat memengaruhi prestasi akademik, kemampuan sosial, hingga perkembangan perilaku anak di masa depan.

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Salak Ternyata Punya Manfaat Besar untuk Ibu Hamil

Karena itu, pola makan sehat dinilai menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan orangtua.

Dalam penelitian tersebut, peneliti menganalisis data dari 363 anak berusia empat tahun beserta ibu mereka melalui studi Early Food for Future Health di Norwegia.

Penelitian ini merupakan bagian dari uji coba yang bertujuan memperbaiki pola makan anak sejak usia enam hingga 12 bulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang lebih sering mengonsumsi buah dan sayuran memiliki tingkat masalah mental yang lebih rendah.

Mereka cenderung lebih stabil secara emosional dan lebih jarang mengalami kecemasan, depresi, maupun perilaku menarik diri dari lingkungan sekitar.

Sebaliknya, anak yang terlalu sering mengonsumsi makanan ringan manis dan asin menunjukkan risiko perilaku agresif yang lebih tinggi.

Kondisi tersebut dapat membuat anak lebih sulit mengontrol emosi dan lebih mudah tantrum dalam situasi tertentu.

Baca Juga: Sering Mengantuk Meski Tidak Begadang? Ini Tips untuk Menyiasatinya

Penelitian juga menemukan bahwa sekitar 66 persen anak yang mengalami masalah perilaku pada usia dua hingga tiga tahun masih menunjukkan perilaku serupa ketika memasuki usia sekolah.

Temuan ini memperlihatkan bahwa masalah emosi sejak dini dapat terus berlanjut jika tidak ditangani dengan baik.

“Ini menunjukkan pentingnya mengidentifikasi faktor-faktor yang relevan dengan kesehatan mental sejak dini,” demikian kesimpulan penelitian tersebut.

Para ahli menilai orangtua perlu mulai memperhatikan pola makan anak sejak kecil.

Membiasakan konsumsi buah dan sayur tidak hanya membantu menjaga kesehatan fisik, tetapi juga mendukung perkembangan mental dan emosional anak agar lebih stabil.

Dengan pola makan yang lebih sehat dan seimbang, anak tidak hanya tumbuh lebih kuat secara fisik, tetapi juga lebih baik dalam mengelola suasana hati dan perilakunya sehari-hari. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.