Setelah Sejumlah Dokter Internship Meninggal, Kemenkes Mulai Ubah Sistem Kerja Dokter Muda

AKURAT JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan evaluasi besar terhadap program internship dokter di Indonesia setelah meninggalnya sejumlah dokter muda sepanjang tahun 2026.
Kasus tersebut memunculkan perhatian publik terhadap tekanan kerja, budaya pendidikan, hingga sistem pembinaan dokter internship di rumah sakit.
Program internship sendiri merupakan tahap wajib yang dijalani dokter muda sebelum mendapatkan kewenangan praktik secara penuh.
Namun dalam pelaksanaannya, banyak peserta disebut menghadapi beban kerja tinggi, jam kerja panjang, hingga tekanan fisik dan mental selama bertugas.
Pemerintah menilai kondisi tersebut tidak boleh terus terjadi.
Karena itu, berbagai langkah perbaikan mulai disiapkan agar program internship menjadi lebih aman, sehat, dan manusiawi bagi para dokter muda.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan duka cita atas wafatnya dr. Andito Mohammad Wibisono, dr. Karika Ayu Permatasari, dr. Edgar Bezaliel Hartanto, dan dr. Myta Aprilia Azmi.
"Kementerian Kesehatan berduka sekali atas wafatnya para dokter internship kita. Kita melihat masih banyak yang harus dibereskan dari pelaksanaan program internship di rumah sakit-rumah sakit di seluruh Indonesia," ujar Budi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Baca Juga: Jangan Asal Beli, Begini Cara Mengetahui Harga Emas Sedang Mahal atau Murah
Menurut Budi, pemerintah tidak ingin lagi ada dokter muda yang mengalami tekanan akibat budaya kerja tidak sehat selama menjalani pendidikan profesi di rumah sakit.
Oleh karena itu, evaluasi menyeluruh terhadap program internship maupun Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) akan dilakukan secara serius.
Untuk mengusut berbagai persoalan, Kemenkes membentuk tim investigasi gabungan yang melibatkan Inspektorat Jenderal Kemenkes, Direktorat Jenderal SDM Kesehatan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), PAPDI, hingga Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026





