Jakarta

Balas Sindiran Trump, Raja Charles III: Tanpa Inggris, Anda Bicara Bahasa Prancis

Aisya Nur Aziza | 30 April 2026, 22:47 WIB
Balas Sindiran Trump, Raja Charles III: Tanpa Inggris, Anda Bicara Bahasa Prancis
Raja Charles III skakmat Trump soal sindiran bahasa

AKURAT JAKARTA - Raja Inggris Charles III akhirnya balas sindiran Trump dengan skakmat mengejutkan.

Ia memberikan respons cerdas terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai sejarah bahasa dalam pidatonya di hadapan anggota Kongres AS pada Selasa (28/4/2026).

Di tengah suasana politik yang dinamis, sang Raja menggunakan diplomasi humor untuk menanggapi klaim Trump sebelumnya.

"Anda baru-baru ini berkomentar bahwa jika bukan karena Amerika Serikat, negara-negara Eropa akan berbicara bahasa Jerman. Namun, jika bukan karena kami (Inggris), Anda mungkin akan berbicara bahasa Prancis hari ini". ujar Charles III

Baca Juga: Terus Diancam Trump Soal Blokade Laut, Iran: Perpanjang Saja 30 Hari

Pernyataan tersebut disambut gelak tawa oleh para anggota legislatif, sementara Presiden Trump sendiri terlihat tersenyum sembari menggerakkan posisi badan dalam merespons sindiran tersebut.

Momen saling sindir yang membawa ingatan pada masa kolonial tahun 1607 ini sebenarnya merupakan bagian dari misi diplomatik yang lebih besar untuk mempererat hubungan bilateral yang telah terjalin selama empat abad.

Kehadiran Raja Charles III di Washington dipandang sebagai upaya strategis Inggris untuk menghidupkan kembali relasi yang sempat menegang.

Baca Juga: Trump Beri Isyarat Blokade Laut Iran Berlanjut Berbulan-bulan, Harga Minyak Dunia Kian Tak Terkendali

Terutama setelah London sebelumnya menolak permintaan Trump untuk memberikan bantuan militer dalam konflik di Iran.

Dalam pidatonya, Raja Charles menekankan bahwa kemitraan antara Inggris dan Amerika Serikat tetap berdiri teguh di atas nilai-nilai demokrasi dan supremasi hukum yang serupa meski dunia sedang menghadapi masa penuh ketidakpastian.

Raja Charles III juga memberikan penegasan mengenai komitmen keamanan dengan menyerukan dukungan penuh terhadap aliansi NATO guna menjaga stabilitas Amerika Utara dan Eropa.

Ia memastikan bahwa Inggris tidak akan meninggalkan Amerika Serikat dalam berbagai tantangan global, yang dibuktikan dengan komitmen peningkatan anggaran pertahanan terbesar sejak era Perang Cold War agar tetap siap menghadapi masa depan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.