Balas Sindiran Trump, Raja Charles III: Tanpa Inggris, Anda Bicara Bahasa Prancis

AKURAT JAKARTA - Raja Inggris Charles III akhirnya balas sindiran Trump dengan skakmat mengejutkan.
Ia memberikan respons cerdas terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai sejarah bahasa dalam pidatonya di hadapan anggota Kongres AS pada Selasa (28/4/2026).
Di tengah suasana politik yang dinamis, sang Raja menggunakan diplomasi humor untuk menanggapi klaim Trump sebelumnya.
"Anda baru-baru ini berkomentar bahwa jika bukan karena Amerika Serikat, negara-negara Eropa akan berbicara bahasa Jerman. Namun, jika bukan karena kami (Inggris), Anda mungkin akan berbicara bahasa Prancis hari ini". ujar Charles III
Baca Juga: Terus Diancam Trump Soal Blokade Laut, Iran: Perpanjang Saja 30 Hari
Pernyataan tersebut disambut gelak tawa oleh para anggota legislatif, sementara Presiden Trump sendiri terlihat tersenyum sembari menggerakkan posisi badan dalam merespons sindiran tersebut.
Momen saling sindir yang membawa ingatan pada masa kolonial tahun 1607 ini sebenarnya merupakan bagian dari misi diplomatik yang lebih besar untuk mempererat hubungan bilateral yang telah terjalin selama empat abad.
Kehadiran Raja Charles III di Washington dipandang sebagai upaya strategis Inggris untuk menghidupkan kembali relasi yang sempat menegang.
Terutama setelah London sebelumnya menolak permintaan Trump untuk memberikan bantuan militer dalam konflik di Iran.
Dalam pidatonya, Raja Charles menekankan bahwa kemitraan antara Inggris dan Amerika Serikat tetap berdiri teguh di atas nilai-nilai demokrasi dan supremasi hukum yang serupa meski dunia sedang menghadapi masa penuh ketidakpastian.
Raja Charles III juga memberikan penegasan mengenai komitmen keamanan dengan menyerukan dukungan penuh terhadap aliansi NATO guna menjaga stabilitas Amerika Utara dan Eropa.
Ia memastikan bahwa Inggris tidak akan meninggalkan Amerika Serikat dalam berbagai tantangan global, yang dibuktikan dengan komitmen peningkatan anggaran pertahanan terbesar sejak era Perang Cold War agar tetap siap menghadapi masa depan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026





