Jakarta

Video Kecelakaan Bekasi Viral, Kenapa Penyebarannya Justru Bisa Melukai Banyak Pihak?

Anggerhana Denni Rahmawati | 28 April 2026, 21:15 WIB
Video Kecelakaan Bekasi Viral, Kenapa Penyebarannya Justru Bisa Melukai Banyak Pihak?
Kecelakaan kereta api di Bekasi Timur meninggalkan luka mendalam bagi banyak pihak.

AKURAT JAKARTA - Kecelakaan yang melibatkan KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/4/2026) malam menjadi perhatian publik.

Tidak lama setelah kejadian, berbagai potongan video dan foto dari lokasi beredar luas di media sosial, termasuk yang menampilkan kondisi korban.

Meski banyak yang membagikan konten tersebut dengan niat memberi informasi, dampak yang ditimbulkan tidak bisa dianggap sepele.

Psikolog Anak dan Keluarga dari Universitas Indonesia, Rose Mini, menilai bahwa penyebaran video dan foto korban kecelakaan seharusnya dihindari.

Menurutnya, konten yang hanya menggambarkan situasi kejadian mungkin masih dapat dimaklumi.

Namun, jika fokusnya pada korban atau mengarah pada eksploitasi, hal tersebut tidak etis dan berpotensi menimbulkan dampak psikologis yang serius.

Rose menjelaskan bahwa keluarga korban bisa mengalami tekanan emosional yang lebih berat akibat melihat gambar atau video kejadian yang terus beredar.

Baca Juga: Kenali 5 Perilaku Pasangan yang Terlihat Romantis Tapi Justru Tanda Red Flag

Terlebih, bagi mereka yang masih mencari kabar anggota keluarga, tayangan tersebut dapat memperparah kecemasan dan trauma.

"Menurut saya, hal tersebut harus dihindari. Banyak masyarakat yang memang tidak paham, karena tidak menyadari bahwa keluarga dan kerabat korban tengah mengalami masa yang tidak nyaman, bahkan trauma," kata Rose Mini.

Ia menambahkan bahwa penyebaran konten korban sama saja dengan menciptakan “korban baru”, yakni keluarga yang ditinggalkan.

Di tengah suasana duka, mereka bisa kembali terpukul ketika melihat kejadian tersebut diputar berulang di media sosial.

Selain itu, fenomena ini juga menunjukkan kurangnya empati di masyarakat.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.