Bukan Sekadar Aturan, Ini Penyebab Foto Paspor Nggak Boleh Senyum

AKURAT JAKARTA - Bagi banyak orang, foto paspor menjadi foto paling polos yang pernah dimiliki.
Pencahayaan yang terbatas, latar polos, serta larangan tersenyum membuat hasil foto terlihat jauh dari kata menarik.
Namun di balik aturan tersebut, ada alasan serius yang berkaitan dengan sistem keamanan internasional.
Baca Juga: Dongeng Anak: Tika dan Hutan Pelangi
Dilansir Huff Post, di Amerika Serikat (AS), aturan foto paspor sebenarnya tidak melarang senyum sepenuhnya.
Departemen Luar Negeri AS hanya mewajibkan ekspresi wajah netral dengan mata terbuka dan mulut tertutup.
"Pemohon sebenarnya boleh tersenyum, asalkan matanya terbuka dan mulutnya tertutup," kata seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS.
Meski begitu, menunjukkan gigi tetap dilarang keras karena dapat menyebabkan foto ditolak.
Larangan ini bukan soal penampilan, melainkan berkaitan dengan teknologi biometrik.
Saat ini, banyak bandara dan pos perbatasan menggunakan pemindai otomatis serta perangkat lunak pengenal wajah.
Baca Juga: Bau Mulut Datang Diam-Diam, Ini Daftar 10 Makanan yang Perlu Kamu Hindari
Sistem ini membutuhkan konsistensi bentuk wajah agar identitas bisa diverifikasi dengan akurat.
“Algoritma tidak bekerja seperti manusia,” jelas pakar fotografi biometrik dari Passport-Photo.Online, Karolina Turowska.
Menurutnya, komputer mengenali wajah dengan mengukur titik-titik tertentu, seperti jarak antar mata, bentuk hidung, hingga lebar mulut.
Baca Juga: Dongeng Anak: Malin Kundang Si Anak Durhaka
Senyum lebar dapat mengubah proporsi wajah dan menyulitkan sistem dalam mengenali identitas.
Hal serupa juga disampaikan pakar perjalanan Katy Nastro.
Ia menambahkan bahwa senyum lebar dapat memengaruhi warna mata dan kontur wajah, sehingga teknologi biometrik kesulitan membaca data wajah secara konsisten.
Baca Juga: Sutradara James Cameron Digugat Usai Sekuel Avatar Dituding Hasil Jiplak
Aturan ekspresi netral ini tidak hanya berlaku di AS.
Hampir semua negara menerapkan standar yang sama, bahkan dengan aturan lebih ketat.
Prancis, misalnya, melarang ekspresi netral dengan ujung bibir yang sedikit terangkat.
Standar global ini ditetapkan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO) dan sudah diberlakukan sejak 2004, seiring meningkatnya penggunaan teknologi pengenal wajah secara internasional.
Dulu, foto paspor jauh lebih fleksibel.
Ada yang berpose sambil memakai topi unik atau bahkan memegang alat musik.
Baca Juga: Daftar 8 Destinasi Wisata Pantai Indah Kapuk yang Wajib Masuk Wishlist Kamu di Musim Liburan
Namun meningkatnya kebutuhan keamanan global membuat aturan diperketat demi mencegah penyalahgunaan identitas.
Jika kamu tetap mengirim foto dengan senyum lebar atau menunjukkan gigi, permohonan paspormu bisa tertunda.
Kamu akan diminta mengunggah foto baru sesuai standar.
Baca Juga: Olahraga Bakar Kalori Tanpa Alat, Cocok untuk Kamu yang Sibuk
Jika melewati tenggat waktu, aplikasi paspor bisa ditolak atau digantung tanpa batas waktu.
Selain ekspresi wajah, aturan teknis lain juga wajib dipatuhi.
Kacamata dilarang kecuali untuk alasan medis dengan surat dokter.
Baca Juga: Dongeng Anak: Kerjasama Tim Kancil
Penutup kepala hanya diperbolehkan untuk alasan agama yang digunakan sehari-hari.
Ekspresi berlebihan seperti mengerutkan dahi atau memonyongkan bibir juga tidak diperbolehkan.
Untuk anak-anak, aturan lebih longgar, asalkan wajah terlihat jelas dan mata terbuka. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









