Jakarta

Jangan Sepelekan, Ini Alasan Asam Lambung Naik Saat Bangun Tidur

Anggerhana Denni Rahmawati | 28 April 2026, 18:30 WIB
Jangan Sepelekan, Ini Alasan Asam Lambung Naik Saat Bangun Tidur
Bangun pagi perut perih karena asam lambung naik.

AKURAT JAKARTA - Asam lambung naik saat bangun pagi menjadi keluhan yang cukup sering dialami banyak orang.

Kondisi ini bisa membuat kamu merasa tidak nyaman sejak awal hari, bahkan mengganggu aktivitas.

Asam lambung naik saat bangun pagi ternyata tidak terjadi begitu saja, melainkan dipicu oleh kebiasaan tertentu yang sering dianggap sepele.

Jika dibiarkan, masalah ini bisa terus berulang dan berdampak pada kesehatan.

Karena itu, penting untuk memahami penyebabnya sekaligus cara mencegahnya.

Berikut penyebab utama asam lambung naik saat pagi hari:

1. Tidur Terlalu Cepat Setelah Makan

Berbaring setelah makan membuat asam lambung mudah naik ke kerongkongan.

Idealnya, beri jeda 2–3 jam sebelum tidur agar proses pencernaan berjalan lebih optimal.

Baca Juga: Guru SD di Jaktim Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi Timur, Pemprov DKI Bakal Dampingi Keluarga Korban

2. Makan Larut Malam

Kebiasaan makan di malam hari meningkatkan produksi asam saat tubuh seharusnya beristirahat, sehingga memicu refluks dan rasa tidak nyaman saat bangun.

3. Konsumsi Makanan Pemicu

Makanan pedas, berlemak, cokelat, kopi, soda, serta buah asam seperti jeruk dan tomat dapat memperparah produksi asam lambung.

Jika dikonsumsi menjelang tidur, risikonya semakin besar.

4. Posisi Tidur yang Tidak Tepat

Tidur telentang atau miring ke kanan mempermudah asam naik ke kerongkongan.

Sebaliknya, posisi miring ke kiri dan kepala sedikit ditinggikan dapat membantu mencegah refluks.

Baca Juga: Peringati Hari OTDA Ke-30, Bupati Tangerang Ajak Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah untuk Pembangunan Berkelanjutan

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.