Jakarta

Wajib Tahu! Aturan Pakaian Ihram yang Sering Disalahartikan

Anggerhana Denni Rahmawati | 18 April 2026, 07:30 WIB
Wajib Tahu! Aturan Pakaian Ihram yang Sering Disalahartikan
Ibadah di tanah suci.

AKURAT JAKARTA - Saat berada di Tanah Suci, jemaah laki-laki diwajibkan mengenakan pakaian ihram berupa dua lembar kain tanpa jahitan yang menutup tubuh bagian tertentu.

Namun, masih banyak yang bertanya-tanya apakah penggunaan celana dalam diperbolehkan demi kenyamanan.

Secara aturan, laki-laki yang sedang dalam kondisi ihram tidak diperbolehkan mengenakan pakaian yang berjahit dan mengikuti bentuk tubuh, termasuk celana dalam.

Hal ini merujuk pada hadis Rasulullah SAW:

"Janganlah memakai baju, sorban, celana, penutup kepala, dan sepatu yang menutupi mata kaki." (HR. Bukhari & Muslim).

Larangan ini bertujuan untuk menanamkan nilai kesederhanaan dan kesetaraan, di mana semua jemaah tampil sama tanpa perbedaan status sosial yang terlihat dari pakaian.

Meski demikian, sebagian jemaah mungkin merasa tidak nyaman jika harus melepas pakaian dalam, terutama saat beraktivitas di tengah cuaca panas dan keramaian.

Baca Juga: Bukan Cuma Susu, Ini Sumber Vitamin D untuk Tubuh Sehat

Namun, jika kamu tetap memakainya tanpa alasan yang dibenarkan, maka ada konsekuensi berupa kewajiban membayar denda (dam).

Dalam kitab Al-Fiqh Al-Manhaji, dijelaskan bahwa memakai pakaian berjahit termasuk pelanggaran dalam ihram.

Jika dilakukan karena kebutuhan mendesak seperti kondisi medis, maka kamu tetap harus memilih konsekuensi, seperti menyembelih kambing, memberi makan enam orang miskin, atau berpuasa selama tiga hari.

Agar tetap nyaman tanpa melanggar aturan, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan.

Pertama, gunakan sabuk ihram agar kain tetap kuat dan tidak mudah lepas saat bergerak.

Kedua, oleskan pelembap tanpa aroma di area yang rawan gesekan untuk mencegah iritasi.

Ketiga, gunakan teknik lipatan kain yang tepat agar sirkulasi udara tetap baik dan tubuh tetap nyaman.

Baca Juga: Wajib Masuk Bucket List! 6 Destinasi Menyelam Terindah di Dunia

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.