Jakarta

Hati-Hati! 7 Ciri Orang Problematik Menurut Psikologi, Kamu Pernah Ketemu?

Anggerhana Denni Rahmawati | 4 April 2026, 20:45 WIB
Hati-Hati! 7 Ciri Orang Problematik Menurut Psikologi, Kamu Pernah Ketemu?
Ilustrasi seseorang menghadapi orang yang problematik. (Freepik)

AKURAT JAKARTA - Dalam kehidupan sosial, kamu pasti pernah bertemu dengan seseorang yang terasa sulit diajak berinteraksi.

Hubungan yang awalnya biasa saja bisa berubah menjadi penuh tekanan emosional.

Dalam perspektif psikologi, perilaku seperti ini sering dikaitkan dengan pola tertentu yang berulang dan berdampak pada kualitas hubungan.

Baca Juga: F4 Comeback ke Indonesia, Ini Detail Konser F✦FOREVER yang Bikin Fans Nostalgia!

Berikut tujuh ciri yang paling sering muncul:

1. Suka menyalahkan orang lain

Salah satu tanda paling jelas adalah sulit mengakui kesalahan sendiri.

Baca Juga: Self Reward dengan Belanja? Ini 7 Bahaya yang Jarang Disadari

Ketika ada masalah, perhatian langsung diarahkan kepada orang lain, situasi, atau keadaan.

Psikolog Thomas Plante menjelaskan bahwa orang dengan kecenderungan ini sering menghindari tanggung jawab karena merasa perlu mempertahankan citra diri mereka.

Akibatnya, kesalahan pribadi justru dibungkus menjadi tuduhan terhadap pihak lain.

Baca Juga: Sering Dilakukan, Ternyata Waxing Punya 8 Risiko Ini

2. Berbohong soal hal-hal kecil

Kebohongan kecil sering dianggap sepele, tetapi jika dilakukan terus-menerus, hal ini menunjukkan masalah dalam kejujuran dan rasa aman terhadap diri sendiri.

Menurut Dr. Beau Nelson dari FHE Health, kebiasaan berbohong pada hal kecil sering muncul sebagai mekanisme pertahanan untuk menutupi rasa tidak percaya diri atau takut dikritik.

Baca Juga: Prediksi Skor Union Berlin vs St Pauli di Bundesliga, 5 April 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Penentu di Alten Forsterei

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.