Jakarta

Sejarah Kue Nastar Lebaran yang Jarang Diketahui, Ternyata Bukan Asli Indonesia!

Anggerhana Denni Rahmawati | 24 Maret 2026, 13:00 WIB
Sejarah Kue Nastar Lebaran yang Jarang Diketahui, Ternyata Bukan Asli Indonesia!
Nastar Lebaran ternyata punya sejarah panjang. (Instagram @legitacakes)

AKURAT JAKARTA - Kue nastar telah lama menjadi sajian wajib saat perayaan Lebaran di Indonesia.

Kehadirannya di meja tamu hampir tidak tergantikan, dengan cita rasa manis dan sedikit asam dari selai nanas yang disukai banyak orang.

Namun, di balik kepopulerannya, nastar ternyata memiliki sejarah panjang yang berasal dari luar Indonesia.

Baca Juga: 7 Makanan Khas Lebaran yang Selalu Dirindukan, Ada Favoritmu?

Tradisi menyajikan kue kering saat hari raya sendiri merupakan pengaruh budaya Belanda yang masuk ke Indonesia pada masa kolonial.

Kebiasaan ini kemudian diadopsi oleh masyarakat lokal dan berkembang menjadi bagian dari tradisi Lebaran yang masih bertahan hingga sekarang.

Secara etimologi, nama “nastar” berasal dari bahasa Belanda, yaitu ananas yang berarti nanas dan taart yang berarti kue tart atau pai.

Baca Juga: 6 Cara Praktis Menyimpan Jipang agar Awet dan Tidak Menghitam

Seiring waktu, penyebutannya disederhanakan menjadi “nastar”, yang kini dikenal sebagai kue kering dengan isian selai nanas.

Pada awalnya, kue ini merupakan adaptasi dari pai khas Belanda yang biasanya diisi dengan berbagai selai buah seperti blueberry, apel, atau stroberi.

Saat bangsa Belanda datang ke Indonesia, mereka membawa resep tersebut.

Baca Juga: 4 Cara Mengatasi Bayi Rewel di Pesawat, Ternyata Ini Penyebab yang Sering Terjadi!

Namun, kondisi alam tropis membuat beberapa bahan sulit ditemukan.

Sebagai alternatif, masyarakat Indonesia mengganti isian tersebut dengan nanas yang lebih mudah didapat.

Buah ini memiliki rasa asam yang mirip dengan bahan asli, sehingga tetap menghasilkan cita rasa yang seimbang.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Hotel Terbaik di Jakarta Pusat untuk Staycation

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.