Jakarta

Isyana Sarasvati Dituding Ikut Aliran Mata Satu usai Rilis MV 'Abadhi'

Aisya Nur Aziza | 7 Maret 2026, 21:27 WIB
Isyana Sarasvati Dituding Ikut Aliran Mata Satu usai Rilis MV 'Abadhi'
Visual Isyana Sarasvati dianggap aneh dan dihubungkan dengan aliran satanisme usai merilis MV berjudul 'Abadhi' (Instagram/@isyanasarasvati)

AKURAT JAKARTA – Musisi Isyana Sarasvati menjadi pusat perhatian di media sosial menyusul munculnya spekulasi dari sejumlah warganet terkait konsep visual dalam karya terbarunya.

Penyanyi yang dikenal dengan eksplorasi musik eksperimental ini dituding bersinggungan dengan simbolisme sekte tertentu setelah video musik lagu "Abadhi" menampilkan visual "mata satu" yang kental dihubungkan dengan satanisme.

Isu ini berkembang pesat setelah potongan adegan dari video musik tersebut beredar luas di berbagai platform, khususnya media sosial X.

Baca Juga: Tak Hanya Kanker Ginjal, Vidi Aldiano Sempat Lewati Fase Metastasis

Salah satunya melalui unggahan akun @elenarenoapada pada 4 Maret 2026.

Dalam unggahan yang telah dibagikan ulang ribuan kali tersebut, ia menyatakan keterkejutannya atas transformasi Isyana yang dianggap sangat berbeda dibandingkan awal kariernya.

"Jujur kaget banget dengan perubahan isyana sarasvati, sekarang lagi banyak yang ngebahas ini terus ada spekulasi yang katanya dia join sekte gitu, semoga ga bener ya jujur kangen dengan isyana di era 'tetap dalam jiwa'," tulis akun tersebut dalam unggahan yang memicu ratusan komentar dari pengguna lain.

Respons Isyana dan Dukungan Keluarga

Menanggapi narasi yang berkembang, Isyana memberikan pernyataan melalui akun Instagram pribadinya pada Kamis (5/3/2026).

Tanpa memberikan klarifikasi eksplisit, ia mengunggah kutipan lirik yang merefleksikan dinamika yang tengah ia hadapi:

"Sometimes pure light, sometimes cruel tides, I am passing through" (Terkadang cahaya murni, terkadang gelombang kejam, aku sedang melewatinya).

Baca Juga: Sebelum Meninggal, Vidi Aldiano Sempat Ungkap Dirinya Tak Takut Mati

Senada dengan Isyana, sang suami, Rayhan Maditra Indrayanto, turut memberikan pembelaan melalui platform Threads.

Rayhan menekankan bahwa situasi ini merupakan ujian bagi seorang seniman ketika karya yang dibuat dengan kejujuran justru disalahartikan oleh publik.

"Sering kali asumsi datang lebih cepat daripada keinginan untuk memahami," tulis Rayhan.

Hingga saat ini, kontroversi tersebut masih menjadi salah satu topik yang paling banyak dicari oleh pengguna internet di mesin pencarian Google. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.