Hobi Pelihara Burung? Kenali Risiko Penyakit Paru dan Cara Aman Mencegahnya

AKURAT JAKARTA - Memelihara burung menjadi hobi yang digemari banyak orang karena dapat memberi hiburan, ketenangan, serta rasa senang setiap hari.
Namun di balik kesenangan tersebut, ada risiko kesehatan yang sering tidak disadari terutama bagi mereka yang kurang menjaga kebersihan kandang.
Debu dari bulu burung, sisa pakan, serta kotoran yang mengering dapat terhirup ke saluran pernapasan dan bisa menimbulkan penyakit paru.
Baca Juga: Panduan Praktis Wisata ke Kota Tua Jakarta agar Liburan Lebih Nyaman
Paparan berulang terhadap partikel kecil itu dapat memicu gangguan paru-paru yang dikenal dengan istilah bird fanciers lung.
Penyakit ini termasuk dalam kelompok pneumonitis hipersensitivitas yaitu reaksi alergi pada paru akibat menghirup debu organik.
Sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan sehingga terjadi peradangan pada kantong udara kecil di dalam paru-paru manusia.
Baca Juga: Daun Ungu dan Ambeien, Harapan Sembuh Tanpa Operasi
Jika kondisi ini berlangsung lama dan tidak segera ditangani, jaringan paru bisa mengalami kerusakan bahkan menjadi fibrosis permanen.
Selain penyakit tersebut, ada pula risiko infeksi bakteri seperti psittacosis yang dapat menular melalui kotoran burung yang terkontaminasi.
Gejala awal gangguan paru akibat burung biasanya berupa batuk kering, sesak napas, demam ringan, dan rasa lelah berlebihan.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Waktu di House of Tugu, Permata Sejarah Kota Tua Jakarta
Pada tahap yang lebih berat, penderita dapat mengalami penurunan berat badan, sesak napas kronis, hingga gangguan fungsi paru serius.
Kondisi ini tentu tidak boleh dianggap sepele terutama bagi orang yang setiap hari berinteraksi langsung dengan burung peliharaan.
Meski begitu, bukan berarti hobi memelihara burung harus langsung dihentikan atau ditinggalkan begitu saja oleh para penggemarnya.
Baca Juga: Keajaiban Desa Jono, Wisata Edukasi Garam Unik dari Tengah Daratan
Risiko kesehatan sebenarnya dapat ditekan secara efektif dengan menerapkan kebiasaan hidup bersih dan perawatan kandang yang benar.
Pemilik burung sangat dianjurkan membersihkan kandang secara rutin serta menggunakan masker saat membuang kotoran atau debu halus.
Pastikan ruangan tempat burung berada memiliki ventilasi udara yang baik agar sirkulasi udara selalu lancar dan sehat.
Baca Juga: Mengapa Garam yang Kita Konsumsi Harus Mengandung Yodium? Ini Alasannya
Biasakan mencuci tangan setelah menyentuh burung, sangkar, atau peralatan lain untuk mencegah perpindahan bakteri berbahaya.
Langkah sederhana tersebut terbukti mampu mengurangi kemungkinan munculnya gangguan pernapasan pada pemilik burung rumahan.
Apabila muncul keluhan seperti batuk berkepanjangan atau sesak napas, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan.
Baca Juga: Mount Paltry, Gunung Setinggi 7 Sentimeter yang Menghebohkan Dunia
Dengan kesadaran dan pencegahan yang tepat, hobi memelihara burung tetap bisa dinikmati tanpa harus mengorbankan kesehatan paru-paru. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





