Jakarta

Efek Domino 'Broken Strings': Nama Nikita Willy Terseret Spekulasi Warganet Terkait 'Artis Dingin'

Titania Isnaenin | 15 Januari 2026, 23:28 WIB
Efek Domino 'Broken Strings': Nama Nikita Willy Terseret Spekulasi Warganet Terkait 'Artis Dingin'

 

AKURAT JAKARTA - Gelombang perbincangan mengenai memoar Broken Strings karya Aurelie Moeremans kian memanas di media sosial setelah aksi "cocoklogi" warganet mulai menyeret nama Nikita Willy.

Spekulasi liar ini dipicu oleh potongan narasi dalam buku yang menceritakan momen canggung saat Aurelie bertemu dengan seorang bintang utama yang bersikap dingin dan tidak merespons tegur sapanya di lokasi syuting.

Narasi tersebut menggambarkan sosok pemeran utama yang memiliki aura intimidatif dan hanya menatapnya dari ujung rambut hingga kaki, sebuah pengalaman yang meninggalkan kesan mendalam bagi Aurelie di masa remaja.

Baca Juga: Nama Nikita Willy Ikut Terseret Spekulasi Publik Usai Buku Broken Strings Milik Aurelie Moremans Viral

"Lalu dia masuk, pemeran utama, bintang yang semua orang mengitari. Ia menatap tepat padaku. Aku berdiri, berusaha sopan, tubuhku bergerak lebih cepat daripada otakku. Aku tersenyum kecil, gugup dan hormat. Ia tidak membalas senyum. Tidak menyapa. Ia mengamatiku dari ujung rambut sampai ujung kaki, seperti ada barang yang tiba-tiba dikirim ke rumahnya tanpa ia pesan. Tidak tahu lagi harus bagaimana, aku duduk kembali," begitu kutipan dari buku Broken Strings.

Publik kemudian menghubungkan tulisan tersebut dengan pengakuan lama Aurelie dalam sebuah acara talkshow mengenai asisten artis yang membersihkan kursi karena dianggap milik khusus sang bintang utama.

Baca Juga: Link Baca Buku 'Broken Strings': Memoar Karya Aurelie Moremans

Mengingat posisi Nikita Willy sebagai "Ratu Sinetron" dengan intensitas pekerjaan tinggi pada periode tersebut, asumsi publik kian memanas meskipun Aurelie sendiri tidak pernah menyebut identitas secara eksplisit.

Imbasnya, kolom komentar media sosial Nikita Willy kini dibanjiri beragam reaksi, mulai dari kekecewaan warganet terhadap citranya yang selama ini dikenal ramah, hingga pembelaan yang mengingatkan publik agar tidak menghakimi tanpa fakta yang terverifikasi. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.