Lawan Stigma dan Trauma: Aurelie Moeremans Ungkap Kisah Kelam "Grooming" dalam Memoar 'Broken Strings'

AKURAT JAKARTA – Aktris Aurelie Moeremans mengejutkan publik melalui keberaniannya merilis buku memoar berjudul Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah.
Buku yang dirilis secara gratis sejak 12 Oktober 2025 ini menjadi sorotan tajam lantaran mengungkap sisi gelap masa remaja sang aktris yang selama ini tertutup rapat dari sorotan kamera.
Melalui narasi yang jujur dan tanpa romantisasi, Aurelie membedah pengalaman traumatisnya sebagai korban grooming dan manipulasi emosional.
Ia mengungkapkan bahwa pada usia 15 tahun, ia terjebak dalam relasi toxic dengan seorang pria dewasa yang usianya hampir dua kali lipat darinya.
"Buku ini adalah kisah nyata tentang aku. Tentang bagaimana aku di-grooming saat umur 15 tahun... tentang manipulasi, kontrol, dan proses pelan-pelan belajar menyelamatkan diri sendiri," tulis Aurelie melalui unggahan di media sosialnya, Kamis (15/1/2026).
Baca Juga: Iran Sebut Sanksi Ekonomi AS Ilegal dan Tak Manusiawi, Perdagangan Global Terancam
Dalam memoar tersebut, Aurelie menceritakan transformasinya dari seorang gadis yang tumbuh dalam keterbatasan ekonomi di Belgia menjadi bintang di Indonesia.
Namun, di puncak kariernya, ia justru mengalami kekerasan verbal, fisik, hingga seksual yang membuatnya terisolasi dari keluarga dan lingkungan sosial.
Bukan sekadar ajang bercerita, Broken Strings hadir sebagai bentuk terapi pemulihan diri bagi Aurelie.
Ia menggunakan buku ini untuk meluruskan berbagai rumor negatif yang sempat menerpanya di masa lalu, termasuk isu pernikahan tidak sah yang pernah viral.
Penulis menegaskan bahwa seluruh isi buku ditulis sepenuhnya dari perspektif korban untuk memberikan pemahaman mengenai ketimpangan kekuasaan dalam sebuah hubungan.
Baca Juga: Situasi Memanas, Negara-Negara Eropa Desak Warganya Segera Tinggalkan Iran
Meski mengungkap kisah yang menyakitkan, Aurelie menekankan bahwa ia tidak berniat menyerang pihak mana pun; nama dan lokasi dalam buku sengaja disamarkan demi privasi.
Melalui Broken Strings, Aurelie ingin membuka ruang dialog yang lebih luas mengenai kesehatan mental dan keberanian untuk bertahan hidup (survivorship).
Ia membuktikan bahwa luka masa lalu, meski membekas, dapat diolah menjadi kekuatan untuk melangkah maju.
"Ini kisahku, traumaku, tapi juga kesembuhanku," pungkasnya. Buku ini kini menjadi referensi penting bagi publik dalam memahami bahaya grooming serta pentingnya dukungan keluarga dalam proses penyembuhan trauma psikologis. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026


