Drama Politik AS dan Tensi Global Memanas, Harga Emas Dunia Cetak Rekor

AKURAT JAKARTA - Harga emas dunia kembali mencetak sejarah dengan menyentuh rekor tertinggi di level 4.591 dolar AS per troy ounce dan diprediksi akan terus menguat dalam sepekan ke depan.
Analis mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuabi, mengungkapkan bahwa lonjakan ini dipicu oleh kombinasi faktor ketidakpastian politik di Amerika Serikat (AS).
Tak hanya itu, hal tersebut juga dipengaruhi oleh kebijakan bank sentral, serta memanasnya tensi geopolitik global di wilayah Timur Tengah dan Eropa.
Baca Juga: Rekor Baru Awal Pekan, Harga Emas Antam Meroket Tajam Hari Ini
Kenaikan harga internasional jelas berimbas langsung pada lonjakan harga emas Antam di dalam negeri yang kini berada di posisi Rp2.651.000 per gram.
Dari sisi teknikal, Ibrahim memproyeksikan bahwa jika tren penguatan berlanjut, harga emas dunia berpotensi menembus level resistance 4.700 dolar AS per troy ounce minggu ini, yang dapat mendongkrak harga Logam Mulia hingga menyentuh Rp3.100.000 per gram.
Ketidakpastian politik di AS, termasuk tekanan terhadap Ketua The Fed Jerome Powell menjelang masa pensiunnya dan pemanggilan mantan Gubernur The Fed Lisa Cook oleh Kejaksaan Agung AS, membuat investor berbondong-bondong mencari aset aman (safe haven).
Baca Juga: Update Harga Emas Pegadaian: Galeri24 dan UBS Kompak Tak Berubah Hari Ini
Selain faktor eksternal, pelemahan nilai tukar rupiah yang diperkirakan mencapai kisaran Rp16.820-Rp16.900 per dolar AS serta terbatasnya pasokan barang di tengah tingginya permintaan domestik turut memperkuat kenaikan harga emas di pasar lokal.
"Kemudian masalah supply dan demand pun juga sama. Permintaan cukup banyak di dalam negeri, barangnya juga tidak ada. Sehingga ini yang mendongkrak harga logam mulia kembali mengalami penguatan," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








