Transisi Hari-hari Pertama Sekolah, Kenali Kesalahan Kecil Orang Tua yang Diam-diam Membebani Anak

AKURAT JAKARTA - Hari-hari pertama setelah libur panjang sering kali menjadi masa yang tidak mudah bagi anak.
Perubahan besar pada rutinitas di hari-hari pertama sekolah bisa membuat mereka tampak lebih sensitif, murung, atau bahkan enggan berangkat.
Karena itu, memahami dinamika hari-hari pertama sekolah menjadi hal penting bagi orang tua agar kamu dapat memberi dukungan yang tepat.
Baca Juga: Update Harga Emas Pegadaian Sabtu: Galeri24 Stabil Tiga Hari, UBS Turun Tipis
Pada fase ini, transisi dari suasana santai menuju kembali ke bangku belajar membutuhkan waktu, kesabaran, dan perhatian emosional.
Dengan pendekatan yang baik, momen tersebut justru bisa menjadi proses belajar berharga bagi kamu dan anak.
Setelah liburan, anak perlu menata ulang ritme hidupnya.
Baca Juga: Jepang Konfirmasi Wabah Flu Burung Pertama di Tahun 2026, Ribuan Ayam di Miyazaki Dimusnahkan
Perubahan jadwal tidur, kebiasaan bermain, hingga aktivitas belajar membuat emosi mereka mudah naik turun.
Di sinilah peran kamu sebagai orang tua sangat menentukan.
Bukan sekadar memastikan anak hadir di sekolah, tetapi juga membantu mereka merasa aman, didengar, dan tidak sendirian menghadapi perubahan.
Baca Juga: Aturan Baru BPJS 2026, Peserta Wajib Skrining Riwayat Kesehatan Sebelum Berobat
Salah satu cara paling sederhana adalah mendengarkan cerita anak tanpa menghakimi.
Ketika kamu memberi ruang bagi anak untuk bercerita, mereka merasa dihargai.
Begitu pula ketika kamu memahami bahwa rasa cemas atau lelah di minggu pertama adalah hal wajar.
Baca Juga: Tumplek Blek! 50.000 Orang Kunjungi Kebun Binatang Ragunan atau TMR di Hari Terakhir Libur Sekolah
Tekanan berlebihan justru bisa memperberat perasaan yang sedang mereka hadapi.
Memberikan waktu adaptasi bertahap juga penting.
Mengatur ulang rutinitas—mulai dari tidur, belajar, hingga bermain—membantu anak kembali menemukan ritmenya.
Baca Juga: Wow, Padi Reborn Siapkan Konser Intim dengan Panggung 360 Derajat
Ditambah dengan dukungan emosional, seperti pujian sederhana atas keberaniannya kembali ke sekolah, rasa percaya diri anak akan tumbuh.
Psikolog anak menekankan bahwa dukungan keluarga menjadi faktor utama keberhasilan anak melewati fase ini.
Dengan pendampingan yang konsisten, kamu membantu anak bangkit, kembali bersemangat, dan siap menjalani proses belajar dengan lebih nyaman. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya







