Jakarta

Super Flu H3N2 Masuk Indonesia, Anak-Anak Jadi Kelompok Paling Rentan

Titania Isnaenin | 2 Januari 2026, 23:40 WIB
Super Flu H3N2 Masuk Indonesia, Anak-Anak Jadi Kelompok Paling Rentan

 

 


AKURAT JAKARTA – Ancaman kesehatan baru bernama Super Flu atau Influenza A (H3N2) subclade K resmi teridentifikasi di Indonesia.

Hingga akhir Desember 2025, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan sebanyak 62 kasus telah menyebar di delapan provinsi, dengan konsentrasi tertinggi ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Data menunjukkan tren yang mengkhawatirkan: mayoritas pasien didominasi oleh perempuan dan kelompok usia anak-anak.

Kondisi ini lantas memicu peringatan keras dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) agar para orang tua meningkatkan kewaspadaan ekstra.

Ketua Umum IDAI, dr. Piprim B. Yanuarso, mengungkapkan bahwa varian subclade K ini memiliki karakteristik yang berbeda dari flu musiman biasa.

Selain sulit dikenali secara kasat mata, varian ini ditengarai mampu melewati proteksi imun yang sudah terbentuk sebelumnya.

"Subclade K ini memang agak sulit dikenali dan bisa menembus kekebalan yang sudah ada sebelumnya," jelas dr. Piprim dalam sesi media briefing pada akhir Desember lalu.

Ia meluruskan bahwa istilah 'Super Flu' bukan berarti virus ini selalu berakibat fatal bagi setiap orang.

Namun, label tersebut disematkan karena intensitas gejalanya yang lebih berat dibandingkan flu biasa, terutama jika menginfeksi kelompok rentan.

IDAI memberikan catatan khusus bagi anak-anak yang memiliki penyakit penyerta (komorbid).

Infeksi Influenza Tipe A pada kelompok ini dapat memicu perburukan kondisi yang jauh lebih serius dibandingkan anak tanpa penyakit bawaan.

Sejumlah kondisi yang mempertinggi risiko komplikasi akibat super flu antara lain:

- Penyakit jantung bawaan dan gangguan paru kronis.

- Gangguan metabolik, obesitas, dan diabetes.

- Kelainan saraf serta gangguan sistem imunitas. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.