Jakarta

IDAI Beberkan Fakta Penting soal Gangguan Tulang Anak yang Sering Diabaikan

Zainal Abidin | 23 Oktober 2025, 09:00 WIB
IDAI Beberkan Fakta Penting soal Gangguan Tulang Anak yang Sering Diabaikan

AKURAT JAKARTA - Gangguan perkembangan tulang pada anak kini menjadi perhatian serius Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Melalui Seminar Media bertajuk “Gangguan Perkembangan Tulang pada Anak” yang digelar Selasa, 21 Oktober 2025, IDAI menekankan pentingnya deteksi dini gangguan tulang anak agar pertumbuhan dan kualitas hidup mereka tidak terganggu.

Menurut Dr. Frieda Susanti, Sp.A, Subsp. Endo(K), Ph.D, anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Endokrinologi IDAI, proses pertumbuhan tulang adalah perjalanan kompleks yang dimulai dari jaringan tulang rawan hingga menjadi tulang sejati.

Baca Juga: Sarapan Pagi Berprotein Tinggi, Kunci Tubuh Bertenaga dan Gula Darah Stabil

Ketika proses ini terganggu, dapat muncul kondisi bernama displasia skeletal, yaitu kelainan pembentukan tulang yang berdampak pada proporsi tubuh, tinggi badan, hingga kemampuan bergerak anak.

“Anak dengan gangguan tulang sering tampak pendek tidak proporsional atau memiliki tungkai bengkok. Kondisi ini perlu segera diperiksa agar dapat ditangani lebih dini,” ujar Dr. Frieda.

Lebih lanjut, Dr. Frieda menjelaskan bahwa tulang tidak hanya berfungsi sebagai penopang tubuh, tapi juga berperan penting dalam proses metabolisme tubuh anak.

Baca Juga: Masih Sering Keliru, Ini Perbedaan Alergi dan Keracunan Makanan yang Perlu Kamu Tahu

Pemeriksaan radiologi, analisis hormon, dan tes genetik menjadi bagian penting untuk memastikan diagnosis secara tepat dan dini.

Ada beragam gangguan tulang yang bisa terjadi pada anak, mulai dari yang bersifat genetik hingga akibat kekurangan nutrisi.

Beberapa di antaranya adalah osteoporosis anak, rickets, displasia skeletal, dan skoliosis.

Baca Juga: Mootiara Merapat! Tiara Andini Edelweiss Showcase 2025 Digelar di Balai Sarbini Jakarta pada 21 November, Segini Harga Tiketnya

Setiap gangguan memiliki tanda khas, seperti tubuh pendek tidak proporsional, tungkai bengkok, atau postur tubuh tidak simetris.

Bila diabaikan, kondisi ini bisa berdampak jangka panjang pada postur tubuh dan fungsi gerak.

Dr. Frieda mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam memperhatikan tanda-tanda awal gangguan tulang.

Baca Juga: Konser Gratis! Harmoni Musik Kota Batu Bakal Dimeriahkan Guyon Waton hingga Fakedopp, Cek Tanggal, Lokasi dan Rangkaian Acaranya

Anak yang sering patah tulang, memiliki tungkai melengkung, atau mengalami keterlambatan motorik sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.

Deteksi dan penanganan sejak dini menjadi kunci utama agar anak bisa tumbuh dengan tulang yang kuat dan sehat.

Dengan edukasi berkelanjutan dari IDAI, diharapkan masyarakat semakin sadar bahwa pertumbuhan tulang anak tak boleh diabaikan.

Baca Juga: Orang Tua Wajib Tahu! Alergi Susu Sapi Bisa Ganggu Perkembangan Anak

Tulang yang sehat hari ini adalah pondasi untuk masa depan yang kuat. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.