5 Penyebab Benjolan di Belakang Telinga yang Sering Diabaikan

AKURAT JAKARTA - Benjolan atau pembengkakan di belakang telinga sering membuat kamu khawatir.
Wajar saja, karena benjolan di belakang telinga bisa muncul akibat berbagai kondisi, mulai dari infeksi ringan sampai gangguan yang lebih serius.
Banyak orang tidak menyadari bahwa kelenjar getah bening yang membengkak sebenarnya adalah tanda tubuh sedang melawan infeksi.
Baca Juga: Nikmati Pengalaman Akhir Tahun yang Berbeda dengan Menyusuri Dunia Laut Jabodetabek
Itulah sebabnya memahami penyebab benjolan di belakang telinga sangat penting agar kamu tidak panik berlebihan.
Dalam beberapa kasus, benjolan di belakang telinga akan mengecil sendiri tanpa perlu perawatan khusus.
Namun, ada juga kondisi yang membutuhkan pemeriksaan medis segera, terutama jika berlangsung lama atau disertai gejala lain.
Baca Juga: Bukan Sekadar Camilan Malam, 5 Makanan Ini Bisa Tingkatkan Kualitas Tidur Kamu
Mengacu pada berbagai sumber medis, pembengkakan di area belakang telinga bisa disebabkan oleh infeksi, peradangan, atau gangguan sistem kekebalan tubuh.
Meski sebagian besar tidak berbahaya, beberapa penyebab tertentu memang memerlukan perhatian khusus agar tidak memicu komplikasi.
Penyebab benjolan di belakang telinga:
Baca Juga: Jangan Disepelekan, Ini 5 Gejala Demam Anak yang Perlu Penanganan Serius
1. Infeksi telinga
Menurut Healthline, infeksi telinga akibat alergi, flu, atau infeksi sinus dapat menyebabkan pembengkakan sementara di belakang telinga karena kelenjar bekerja lebih keras.
2. Mastoiditis
Baca Juga: Trik Dapur yang Wajib Kamu Coba untuk Bikin Ayam Lebih Juicy
Infeksi telinga yang tidak diobati dapat berkembang menjadi mastoiditis, yaitu infeksi pada tulang mastoid.
Kondisi ini dapat membentuk abses berisi nanah dan perlu ditangani segera oleh dokter.
3. Infeksi kulit atau kulit kepala
Baca Juga: Pecinta Film Wajib Baca, Ini 7 Judul Netflix yang Bakal Menghilang Desember 2025
Melansir Medical News Today, luka atau infeksi di kulit kepala bisa membuat kelenjar getah bening membengkak dengan tanda kemerahan, nyeri, dan rasa hangat pada kulit.
4. Rubella (campak Jerman)
Virus rubella dapat menyebabkan pembesaran kelenjar di belakang telinga, disertai demam, nyeri sendi, dan ruam pada wajah.
Baca Juga: Emas, Investasi Aman untuk Kamu yang Nggak Mau Ribet
5. Limfadenopati
Mayo Clinic menjelaskan bahwa limfadenopati adalah istilah untuk pembesaran kelenjar getah bening akibat infeksi, peradangan, atau kasus langka seperti kanker.
Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
Baca Juga: Gaji UMR Bukan Halangan, Begini Cara Mulai Investasi Emas tapi Kebutuhan Harian Tetap Aman
Menurut Johns Hopkins Medicine, benjolan yang tidak mengecil setelah beberapa minggu atau terasa sangat keras sebaiknya diperiksa lebih lanjut agar penyebab pastinya dapat diketahui. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026





