Gen Z Wajib Tahu! Bahaya Mengonsumsi Matcha Secara Berlebihan

AKURAT JAKARTA - Banyak orang tertarik mencoba matcha bisa jadi bumerang karena tren minuman hijau ini terus meroket di kalangan anak muda.
Tidak heran jika matcha bisa jadi bumerang menjadi topik yang ramai dibahas, terutama setelah banyak gen Z menjadikannya pilihan utama saat nongkrong di kafe.
Bahkan, matcha bisa jadi bumerang menjadi pembicaraan baru ketika semakin banyak informasi mengenai potensi bahaya atau risiko yang muncul jika kamu mengonsumsinya tanpa batas.
Popularitas matcha memang tidak terlepas dari rasanya yang lembut, aroma khasnya, hingga citra sebagai minuman yang menyehatkan.
Kafe dan gerai minuman di berbagai kota pun berlomba menghadirkan berbagai kreasi matcha yang menarik perhatian.
Namun, penting bagi kamu untuk memahami bahwa minuman sehat juga bisa memberi dampak buruk apabila tidak dikonsumsi dengan bijak.
Teh hijau bubuk asal Jepang ini dikenal memiliki kandungan antioksidan tinggi, serta mengandung kafein, L-theanine, dan asam amino.
Senyawa-senyawa tersebut dapat membantu meningkatkan energi, mendukung fokus, hingga meredakan stres.
Tak heran jika banyak orang menganggap matcha sebagai alternatif kopi yang lebih lembut di perut.
Meski begitu, matcha tetap memiliki efek samping yang tak boleh diabaikan.
Konsumsi berlebihan dapat memicu jantung berdebar, rasa gelisah, gangguan tidur, gerd atau masalah lambung, hingga sakit kepala.
Untuk sebagian orang, konsumsi matcha bahkan dapat memicu reaksi alergi seperti gatal, ruam, atau sesak napas.
Risiko lainnya muncul ketika kamu menikmati matcha dengan suhu terlalu panas.
Matcha yang diseduh sangat panas dapat membahayakan kerongkongan dan bahkan disebut dapat meningkatkan risiko kanker esofagus.
Karena itu, menikmati matcha dengan suhu aman menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatanmu.
Agar matcha tetap memberikan manfaat positif, kamu perlu memperhatikan takaran konsumsinya.
Hitungan idealnya adalah 2–4 gram matcha per hari agar manfaatnya dapat kamu rasakan tanpa menimbulkan efek samping.
Meski bisa diminum setiap hari, perlu diingat bahwa matcha tetap mengandung kafein, sementara batas konsumsi kafein harian untuk orang dewasa sehat adalah 400 mg.
Sebaiknya kamu tidak meminumnya saat perut kosong karena dapat memicu asam lambung.
Lebih aman menikmati matcha setelah makan atau setidaknya dibarengi camilan agar pencernaanmu tetap nyaman.
Dengan cara ini, matcha tetap menjadi minuman menyehatkan tanpa mengubahnya menjadi bumerang bagi tubuhmu. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









