Jakarta

5 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-diam Merusak Jantung, Nomor 1 Sering Dianggap Aman

Zainal Abidin | 28 Oktober 2025, 11:30 WIB
5 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-diam Merusak Jantung, Nomor 1 Sering Dianggap Aman

AKURAT JAKARTA - Kesehatan jantung sering kali dianggap hanya dipengaruhi oleh faktor besar seperti pola makan atau genetik.

Namun, menurut seorang ahli bedah kardiovaskular, Dr. Jeremy London, ada lima kebiasaan gaya hidup sehari-hari yang ternyata sangat berbahaya bagi kesehatan kamu, bahkan lebih dari yang dibayangkan.

Dalam laporannya yang dikutip dari Times Entertainment, Dr. London memberi peringkat dari kebiasaan paling ringan hingga yang paling merusak, dan hasilnya cukup mengejutkan.

Baca Juga: Restu Makin Dekat! Ini Rahasia Kenalkan Pasangan ke Orang Tua Tanpa Drama

Beberapa hal yang terlihat “biasa saja” ternyata mendapat skor bahaya sempurna, yakni 10 dari 10.

1. Vaping

Kebiasaan pertama yang dinilai paling berisiko adalah vaping.

Baca Juga: Bukan Malas, Tapi Butuh Rehat! Ini 5 Sinyal Tubuhmu Sedang Minta Jeda Istirahat

Meski terlihat modern dan memiliki aroma menyenangkan, Dr. London menegaskan bahwa vaping sama beracunnya dengan rokok.

“Vaping hanyalah cara berbeda memasukkan zat kimia yang merusak pembuluh darah dan jaringan jantung,” ujarnya.

Ia bahkan telah menemukan pasien muda yang belum pernah merokok, tetapi mengalami tanda-tanda stres kardiovaskular akibat penggunaan vape harian.

Baca Juga: KAI Wanti-Wanti! Penggunaan Powerbank di Kereta Kini Ada Aturannya

Ilusi “aman” membuat kebiasaan ini semakin berbahaya.

2. Stres kronis

Berikutnya adalah stres kronis, yang ia beri skor 8 dari 10.

Baca Juga: Dari Heritage ke Modern, Inilah 5 Kafe Dekat Titik Nol Yogyakarta yang Bikin Kamu Makin Enggan Pulang

Menurut Dr. London, stres adalah “cedera tak terlihat” yang perlahan-lahan merusak tubuh dari dalam.

Tekanan emosional dan kelelahan mental bisa memicu peradangan, mengacaukan tekanan darah, dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

3. Minuman soda

Baca Juga: Dari Dua hingga Delapan Minggu, Begini Transformasi Tubuh Berkat Pilates

Sementara itu, minuman soda mendapatkan nilai 4 dari 10.

Walaupun tampak tidak terlalu ekstrem, konsumsi gula tinggi dan bahan tambahan pada soda berkontribusi terhadap resistensi insulin dan gangguan metabolisme.

Bahkan soda diet pun tidak bebas risiko karena bisa meningkatkan keinginan untuk mengonsumsi makanan cepat saji.

Baca Juga: Tiketnya Hanya Rp 10 Ribu! Maja Fest 2025 Menghadirkan Wali hingga Niel Band, Cek Tanggal dan Lokasinya di Sini

4. Kurang tidur

Kebiasaan lain yang mendapat skor maksimal adalah kurang tidur.

Dr. London menekankan bahwa tidur bukan sekadar kenyamanan, melainkan kebutuhan medis.

Baca Juga: Minum Air Putih Teratur, Kunci Awet Muda Alami Tanpa Perawatan Mahal

“Jika kamu tidak beristirahat, tubuh tidak bisa memperbaiki dirinya sendiri,” jelasnya.

Kekurangan tidur mengacaukan hormon, meningkatkan tekanan darah, dan mempercepat proses penuaan.

5. Alkohol

Baca Juga: Jangan Lupa! Ngatmombilung, Aftershine, hingga Sekar Rimba Bakal Meriahkan Pentas Borobudur Akhir Pekan Ini, Gratis

Yang terakhir adalah alkohol, yang juga memperoleh skor 10 dari 10.

Alkohol mampu merusak sel otak dan jantung, meningkatkan tekanan darah, serta menimbulkan kecanduan.

Ia menambahkan bahwa efek alkohol bersifat kumulatif — setiap tegukan meninggalkan jejak kerusakan yang menumpuk seiring waktu.

Baca Juga: Rahasia Sukses Isi Token Listrik Tanpa Gagal Menurut PLN

Pesan Dr. London jelas, yaitu bahwa kamu mungkin tidak bisa menghindari semua faktor risiko, tapi kamu bisa mengontrol kebiasaan sehari-hari.

Mengurangi stres, berhenti vaping, tidur cukup, dan membatasi alkohol bisa jadi langkah sederhana untuk melindungi jantung dan memperpanjang umur. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.