Jakarta

Perak Menggila Kalahkan Emas, Akankah Tahta Raja Investasi Berpindah?

Titania Isnaenin | 17 Oktober 2025, 20:38 WIB
Perak Menggila Kalahkan Emas, Akankah Tahta Raja Investasi Berpindah?

 

AKURAT JAKARTA - Harga perak menunjukkan performa yang sangat mengejutkan tahun ini.

Sejak awal tahun, harga perak telah melonjak lebih dari 70 persen, jauh melampaui kenaikan emas yang hanya 50 persen.

Bahkan, pada awal perdagangan global Senin (13/10/2025), harga perak sempat mencapai rekor tertinggi baru di $51,38 per ounce.

Sama halnya dengan perak, harga emas sendiri juga mencetak rekor baru, menembus $4.060 per ounce.

Kenaikan kedua logam mulia tersebut dipicu oleh dua faktor utama yaitu Ekspektasi The Fed dan meningkatnya kebutuhan investor terhadap aset yang aman (safe haven) di tengah ketegangan geopolitik.

Namun, di balik kegembiraan investor, bank investasi raksasa Goldman Sachs mengeluarkan peringatan keras.

Baca Juga: Awas Cuan! Harga Emas Antam Terus Melesat, Ini Rincian Harganya

Dimana mereka menilai kenaikan tajam perak ini rapuh dan berisiko besar karena tidak adanya dukungan dari bank sentral yang berbeda dengan emas.

Meski begitu perak masih berpeluang naik dalam jangka menengah karena potensi pemotongan suku bunga The Fed.

Oleh karena itu, Tim analis Goldman Sachs melansir dari Kompas.com menilai pergerakan perak jauh lebih berisiko dibandingkan emas.

Baca Juga: Terlihat Sepele tapi Berbahaya: Susah Tidur Malam Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius!

Tim analis menjelaskan, perak dan emas selama ini bergerak sejalan, tetapi korelasi itu kini melemah.

Faktor tersebut disebabkan oleh alasan bahwa emas dilindungi bank sentral dan perak bergantung pada industri seperti sektor panel surya. Ketergantungan ini membuat harga perak jauh lebih fluktuatif. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.