Waspadai! Ini 7 Ciri Anak Mulai Menjadi Pelaku Bullying Tanpa Kamu Sadari

AKURAT JAKARTA - Di balik wajah manis anak di rumah, bisa jadi tersimpan potensi perilaku bullying yang tidak kamu sadari.
Perilaku ini bisa berkembang pelan-pelan, dimulai dari dinamika kekuasaan hingga kecenderungan merendahkan orang lain.
Dilansir dari laman Parents, berikut ini adalah beberapa tanda anak yang berpotensi menjadi pelaku bullying di sekolah:
1. Suka mengendalikan orang lain
Anak yang selalu ingin mengatur aturan main, memaksakan kehendak, atau menentukan keputusan dalam kelompok bisa jadi sedang melatih dinamika kekuasaan.
Menurut Tori Broems, PhD, ini merupakan gejala awal bullying yang harus kamu perhatikan.
Baca Juga: Jakarta–Bali Kian Dekat, Garuda Indonesia Kini Buka Penerbangan Langsung dari Halim Perdanakusuma
2. Membuat lelucon yang menyakiti
Ejekan dan "roasting" yang dibungkus candaan ternyata bisa melukai dan merendahkan teman.
Biasanya, pelaku akan berkata, “Aku cuma bercanda,” sebagai cara untuk menghindar dari tanggung jawab.
Baca Juga: Panduan Lengkap 20 Destinasi Wisata Uluwatu Terpopuler di 2025
3. Merasa dirinya paling benar
Komentar seperti “Dia aneh” atau “Enggak ada yang suka dia” menunjukkan adanya rasa superioritas yang sering muncul dari lingkungan sosial yang tidak sehat.
4. Bersikap tertutup dan menyembunyikan sesuatu
Anak yang aktif dalam grup yang eksklusif dan suka menyimpan rahasia, atau cepat menghapus pesan, bisa jadi sedang menutupi perilaku negatifnya terhadap teman-teman.
Baca Juga: Spesial HUT RI, Nikmati Transportasi Publik Jakarta Cuma Rp80 Selama Seharian!
5. Enggan mengakui kesalahan
Jika anakmu sering menyalahkan orang lain atau membenarkan tindakan buruknya dengan alasan seperti “Dia duluan,” ini bisa mengindikasikan minimnya rasa tanggung jawab.
6. Kurang empati
Menertawakan teman yang kesakitan atau mengucilkan anak lain adalah tanda kurang empati yang perlu kamu waspadai.
Bahkan kekejaman terhadap hewan bisa menjadi tanda masalah lebih serius.
7. Mendapat laporan negatif dari sekolah
Guru atau kepala sekolah yang sering memanggil karena sikap kasar, ejekan, atau konflik sosial adalah alarm bagi kamu sebagai orang tua untuk lebih memperhatikan keseharian anak di luar rumah.
Baca Juga: Jangan Anggap Remeh, 6 Kebiasaan Ini Bisa Merusak Paru-parumu
Sebagai orang tua, penting bagimu untuk tidak hanya menilai anak dari sikapnya di rumah.
Dengarkan laporan dari sekolah, amati lingkaran pertemanannya, dan ajak anak berdialog dari hati ke hati.
Bullying bukan hanya menyakiti orang lain, tapi juga mencerminkan adanya masalah emosional yang perlu segera ditangani. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya





